Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bersama Pengungsi Komnas HAM Peringati Hari HAM Sedunia

×

Bersama Pengungsi Komnas HAM Peringati Hari HAM Sedunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT – Komnas HAM RI Perwakilan Papua dan Papua Barat , Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Papua, dan Sinode GKI memberikan trauma healing kepada pengungsi sekaligus memperingati hari HAM sedunia.

Peingatan hari HAM sedunia yang ke 73 ini mengusung tema “HAM, Teloransi dan Resiliensi “.

Example 300x600

Kegiatan diantaran pembagian bantuan Sembako kepada pengungsi di Kemurkek, kabupaten Maybrat , Papua Barat, tadi Siang (10/12/2021).

Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua dan Papua Barat, Frits B. Ramandey S.Sos,M.H menyebut alasan mengusung tema tersebut diantaranya, bahwa negara yang pernah juga menjadi ketua HAM PBB punya tanggungjawab untuk melakukan promosi dan penegakan hak asasi manusia.

Tema yang kedua memiliki refleksi dalam toleransi bagi setiap umat manusia, yang memiliki pesan bahwa setiap orang itu harus saling menghargai, saling menolong dan tidak boleh melakukan intimidasi.

Apapun statusnya toleransi harus diletakkan sebagai upaya kemajuan dan penegakan hak asasi manusia.

“Atas nama Komnas HAM saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada bapak ibu yang sudah berjuang dan akan berjuang untuk kemudian kita sama-sama bisa kembali ke kampung masing-masing,”
ujar Frits Ramandey.

Sementara itu Kadis Sosial, Dra.Magdalena Tenau M.Si yang mewakili Pwmkab Maybrat menyampaikan terimakasih kepada rombongan Komnas HAM RI Perwakilan Papua dan Papua Barat serta seluruh SKPD yang hadir dan seluruh masyarakat eksodus yang berasal dari 5 Distrik.

kita memeringati hari HAM sedunia yang kita laksanakan di Kabupaten Maybrat tepatnya tanggal 10 Desember 2021, pesan yang ingin saya sampaikan siapapun dia, dimanapun dia hak asasi manusia harus kita junjung tinggi di atas segala-galanya meskipun dalam situasi dan kondisi seperti apapun; ungkapnya.

“Dalam situasi ini pemerintah daerah, pak bupati dan jajaran selalu berkoordinasi dengan instansi hukum dan keamanan dalam penindakan pelaku penyerangan pos Ramil Kisor pada tanggal 2 September 2021 dan penanganan pengungsi atau eksodus dari 5 Distrik yang sudah keluar dari dusun dan kampung.

Dari pemerintah meminta maaf apabila dalam penanganan pengungsi atau eksodus ini ada kekurangan, karena setiap manusia pasti memiliki kekurangan.

Valentinus Sidik daru perwakilan pengungsi yang juga tokoh adat masyarakat Aifat Timur Raya mengaku merasa sudah tidak nyaman lagi tinggal dan hidup di kampung orang lain, dan meminta kepada Komnas HAM dan pemerintah untuk segera memulangkan ke kampung halaman.

“Kami berharap sebelum tanggal 20 Desember 2021 atau sebelum Natal kami sudah dapat kembali ke rumah kami masing-masing. Saya selalu tokoh telah melihat sendiri selama 4 bulan ini hidup kami menderita, maka hari ini kami sampaikan kepada Komnas HAM bantu kami untuk pulang ke Kampung kami masing-masing.
Selama ini yang menampung kami adalah keluarga besar yang ada di Kampung Eysio dan Kampung Kumurkek yang telah menerima kami dengan baik. Kalau kemarin pemerintah mengevakuasi kami ketempat lain belum tentu kami bisa makan dengan baik,” urai Valentinus.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *