Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat melakukan Ground Breaking paket pekerja Konstruksi Pedesterian Trotoar Metro Tanjung Bunga, Sabtu (24/10/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengungkapkan, Jalan Metro Tanjung Bunga yang saat ini sudah mulai konstruksi pedesteriannya, akan selevel dengan jalan utama di Ibukota Negara, yakni jalan Sudirman-Thamrin.

Nurdin Abdullah mengaku, Jalan Metro Tanjung Bunga nantinya akan menjadi jalan terlebar di Indonesia, dan landmark baru Kota Makassar, Sulsel.

“Jika rampung, Jalan Metro Tanjung Bunga bakal menjadi jalan terlebar di Indonesia, dan akan menjadi landmark baru Kota Makassar dan Sulsel dengan lebar jalan 50 meter, panjang 6 kilometer dengan pengerjaan fase 1 akan dikerjakan selama 70 hari oleh PT. Nindya Karya (Persero), dengan pagu anggaran tahap satu sebesar Rp 127 miliar,” ungkapnya kepada wartawan, di Makassar, Senin (26/10/2020).

Ia menyebutkan, pengembangan Jalan Metro Tanjung Bunga sesuatu yang wajib dilakukan, karena melihat kepadatan kendaraan.

“Ini kegiatan yang sangat mulia dalam rangka ground breaking pembangunan Jalan Tanjung Bunga. Pengembangan ini sesuatu yang wajib dilakukan, karena melihat kepadatan kendaraan di sini, sehingga saya mengapresiasi Pak Wali Kota bisa memulai pembangunan ini,” sebutnya

Gubernur juga mengatakan, dirinya berkomitmen, untuk menghilangkan segala hambatan dalam pembangunan. “Kita berkomitmen untuk menghilangkan segala hambatan dalam pembangunan. Semuanya harus membuka mata dan hati, bahwa Makassar bisa dibenahi. Ini kenapa 17 tahun jalan ini terus menjadi penguasaan GMTD. Kenapa GMTD tidak menyerahkan, karena selama ini GMTD merasa disulitkan, untuk mengurus ini itu, sehingga semua kita perbaki,” ucapnya.

Lebih jauh Ia berharap, target pengerjaan dalam 70 hari dapat dilakukan, walaupun mungkin dalam perjalannya akan muncul kendala ditengah masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya berharap pekerjaan ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun, dan Makassar ini betul-betul menjadi kota yang nyaman,” harapnya.

Mantan Bupati Bantaeng menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi semua pihak yang turut terlibat, termasuk para pemilik lahan yang bersedia menyerahkan lahan senilai Rp 3,6 triliun.

“Kita sangat mengapresiasi seluruh pihak termasuk para pemilik lahan yang bersedia menyerahkan lahannya, untuk memajukan Kota Makassar,” pungkasnya.

Berita lain untuk anda