Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKemanusiaanParlemen

Ketua MPR RI Temui Langsung Pensiunan PNS (PWRI)

×

Ketua MPR RI Temui Langsung Pensiunan PNS (PWRI)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, KEBUMEN – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang perairannya dilintasi 40 persen jalur perdagangan laut dunia.

Menempatkan Indonesia sebagai ‘center of gravity’ yang akan menarik bagi beragam kepentingan global. Baik dalam aspek positif yakni potensi kerjasama dan kemitraan. Ataupun aspek negatif yaitu tergerusnya ketahanan ideologi dan budaya, pengaruh dan infiltrasi serta ancaman keamanan maritim

Example 300x600

“Posisi Indonesia sebagai negara yang majemuk dan kaya akan sumberdaya, membuat bangsa Indonesia rentan terhadap perpecahan. Karenanya, soliditas kebangsaan adalah sebuah keniscayaan dan sebuah harga yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujar Bamsoet sapaan akrabnya, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) atau Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kebumen dalam kunjungan Dapil-7 Jawa Tengah hari ke-3 di Kebumen Jawa Tengah, Sabtu (20/1/2024).

Hadir dalam acara Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Sekda Kebumen Edy Rianto, Penasehat PWRI Kebumen Marmoat Atmojo, Ketua PWRI Kabupaten Kebumen Hayatmu serta Sekretaris PWRI Kabupaten Kebumen Saksono.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pembangunan wawasan kebangsaan menjadi kata kunci dalam menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seiring perkembangan zaman, tentunya tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut akan semakin kompleks dan dinamis.

“Sampai pada titik ini, tentunya kita memiliki kesepahaman mengenai urgensi wawasan kebangsaan. Di sisi lain, mentransformasikan gagasan wawasan kebangsaan dari alam konseptual menjadi sebuah realita, tidak semudah yang kita narasikan. Pembangunan wawasan kebangsaan bukanlah upaya yang instan, melainkan harus dilaksanakan secara masif agar dapat menjangkau segenap elemen masyarakat dan berkesinambungan agar mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, membangun wawasan kebangsaan menuntut adanya kesadaran yang mendalam, kesungguhan niat, komitmen yang kuat, serta semangat kolektivitas yang tinggi. Artinya, kunci sukses pembangunan wawasan kebangsaan akan sangat tergantung pada keberpihakan dan dukungan dari segenap pemangku kepentingan. Sehingga setiap elemen masyarakat memiliki andil dan tanggungjawab yang sama.

“PWRI sebagai organisasi tempat berhimpunnya para abdi negara yang telah purna bakti, memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan wawasan kebangsaan. Karena gagasan wawasan kebangsaan senantiasa melekat dan mewarnai setiap akitivitas abdi negara, sehingga telah mendarah daging dan menjadi urat nadi bagi setiap abdi negara,” jelas Bamsoet.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *