BeritaPemerintahan

Kepala BP3OKP Fasilitasi Diskusi Finalisasi Musrembang Nasional

×

Kepala BP3OKP Fasilitasi Diskusi Finalisasi Musrembang Nasional

Sebarkan artikel ini
Pertemuan difasilitasi Kepala BP3OKP. Foto-Ist /TN
Pertemuan difasilitasi Kepala BP3OKP. Foto-Ist /TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kepala BP3OKP Memfasilitasi Diskusi Finalisasi Musrembang Nasional sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementrian PPN/Bappenas) untuk menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2024 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.

Musrembangnas ini menjadi Forum yang penting untuk meningkatkan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi dan koordinasi antara Kementrian PPN/BAPPENAS, Kementrian/Lembaga (KL) dan Pemerintah Daerah dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang mendukung lima agenda pembangunan dan pencapaian 45 Indikator Indonesia Emas.

Program-program yang sudah di simplifikasi dalam 23 point untuk program kerja tahun 2025 Provinsi Papua Selatan, 23 Point itu sebagian besar sudah di akomodir melalui biaya dari APBN, termasuk jalan-jalan, jembatan, dan perumahan masyarakat.

Tugas utama kepala BP3OKP adalah sinkronisasi, harmonisasi, perencanaan, evaluasi, dan koordinasi antar Kementrian/ Lembaga, jika ada kendala-kendala yang dialami pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, maka tugas BP3OKP akan berperan penting untuk mencari solusi menghubungkan pemerintah Daerah dan Pusat (Kementrian Lembaga), maka Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua akan terasa bagi masyarakat.

Diakhir diskusi Kepala BP3OKP Provinsi Papua Selatan Yoseph Yanawo Yolmen S.Pd, M.Si, mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar segera membuka jalur perdagangan, dan perekonomian zona pasifik, yaitu Indonesia pusat di provinsi Papua Selatan – Papua New Guinea – Australia dan Kepulauan Pasifik.

“Tujuannya agar masyarakat Papua Selatan dapat menjual langsung hasil bumi dan komoditi ke negara tetangga, karena permintaan beras dari Papua New Guinea dari Merauke sangat tinggi permintaan untuk beras dan mereka membutuhkan beras dari Merauke adalah 40 – 60 Ton, termasuk Jasa Konstruksi, ini peluang bisnis yang sangat besar untuk masyarakat Papua Selatan,” ujar Yosep .

Selanjutnya, 6 Mei 2024 Kepala BP3OKP Papua Selatan bersama Kepala Dinas BAPPEDA Provinsi Papua Selatan akan menghadiri Kegiatan Seremonial Musrenbang Nasional Tahun 2024 yang akan dibuka Presiden RI dan seluruh kementrian terkait akan hadir dalam acara Musrembang di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *