Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat memimpin apel bersama aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Selasa (11/5/2021). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy meminta, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ambon untuk memperketat pengawasan bagi masyarakat di pusat–pusat perbelanjaan.

“Jelang Idul Fitri kita harus betul-betul konsentrasi, untuk mencegah meningkatnya kerumunan warga pada tempat-tempat belanja. Boleh belanja, tapi harus diatur sedemikian rupa, agar tingkat terjadi kerumunan,” ujar Wali Kota kepada wartawan, di Ambon, Rabu (12/4/2021).

Menurutnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ambon telah menempatkan posko pengawasan pada pusat–pusat perbelanjaan, untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Posko ini akan diaktifkan hingga usai hari raya.

“Ada posko yang ditempatkan di tiap Mall. Jadi kalau terjadi kepadatan pengunjung, satgas akan mengingatkan pengelolah,” kata Wali Kota.

Dikatakan, animo masyarakat cenderung meningkat jelang hari Raya Idul Fitri. Untuk itu, pihaknya bersama tim Satgas dan anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau–pulau Lease turun untuk mengadakan pemantauan.

“Dari seluruh pusat perbelanjaan retail yang ada, yang cenderung cukup padat, yaitu gerai Matahari Departemen Storedi Ambon Plaza, karena letaknya di pusat kota dan mudah dijangkau masyarakat. Sedangkan untuk Ambon City Center (ACC) dan Maluku City Mall (MCM) relatif cukup baik,” ungkapnya.

Selain itu, Wali Kota mengingatkan seluruh pengelolah pusat perbelanjaan, untuk sungguh–sungguh menerapkan protokol kesehatan, dan menghindari adanya kerumunan masyarakat ketika berbelanja.

“Saya ingatkan kepada pengelolah untuk betul-betul memperhatikan, jangan sampai terjadi kerumunan. Jika itu terjadi lalu viral di media sosial, maka bisa menjadi masalah bersama,” ucapnya.

Wali Kota mengaku, apa yang dilakukan ini demi untuk kebaikan bersama, guna menghindari terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini, Ambon sudah berada di zona kuning (resiko rendah) peta resiko penyebaran Covid 19 di Maluku.

“Kita sudah berada pada Zona Kuning, jangan sampai kita lengah lalu kembali turun ke zona Oranye. Dari segi tenaga, waktu dan biaya itu sangat mahal nilainya,” tandasnya.

Berita lain untuk anda