Alumni SMA Negeri 2 (Smandu) Ambon berhasil memecahkan rekor MURI, setelah melakukan penanaman 5.530 anakan mangrove, di pesisir Pantai Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Sabtu (21/11/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Alumni SMA Negeri 2 (Smandu) Ambon berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia), setelah melakukan penanaman 5.530 anakan mangrove, di pesisir Pantai Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Sabtu (21/11/2020).

Ketua Panitia Reuni Alumni Smandu Ambon Angkatan 90, C.D.B Andrias mengaku bangga, karena bisa memecahkan rekor MURI. Namun lebih daripada itu, kegiatan penanaman ini 5.530 anakan mangrove ini, sebagai upaya untuk melestarikan linkungan.

“Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini ialah, untuk memberikan rasa kepedulian dari Alumni Smandu Angkatan 90 pada masyarakat, khususnya di Kota Ambon,” kata Andrias kepada wartawan, di Ambon, Minggu (22/11/2020).

Selain itu, menurut dia, penanaman ribuan anakan mangrove ini, sebagai upaya pihaknya untuk membantu Pemerintah Kota Ambon, dalam rangka melakukan pencegahan dini terhadap terjadinya abrasi di pesisir pantai, seperti di Pantai Waiheru.

Andrias juga berharap, dengan kegiatan penanaman 5.530 anakan mangrove ini, bisa membantu masyarakat di Desa Waiheru, untuk meningkatkan kesejahteraan dan selalu bisa menjadi desa tangguh, yang kemarin baru ditetapkan oleh Pemerintah Kota Ambon.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada personil Yonif 733 Raider Kodam XVI/Pattimura, mahasiswa KKN Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, serta komunitas pencinta lingkungan hidup ini yang telah bersama-sama melakukan proses penanaman.

“Dengan demikian, apa yang menjadi harapan kita kedepan, bagaimana masyarakat di sepanjang pesisir pantai Waiheru untuk hidup lebih sejahtera. Karena dengan adanya penanaman 5.530 pohon mangrove ini, tentunya akan membantu kawasan konservasi mangrove dan juga akan menjadi tempat wisata bagi masyarakat di daerah ini, sehingga ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar sini,” tandas dia.

Sementara itu, Penjabat Desa Waiheru, Siti Saodah Lasima mengaku senang, lantaran baru memasuki masa bakti sekitar satu bulan, namun dirinya telah diberikan kado spesial dari Alumni Smandu Angkatan 90, lewat penanaman 5.530 anakan mangrove.

“Saya akan berusaha dengan apa yang sudah diberikan Alumni Smandu Angkatan 90, untuk menjadikan pesisir pantai Desa Waiheru ini menjadi tempat wisata di tahun 2021 nanti,” ujar dia.

Berita lain untuk anda