Anwari, warga jalur 3 SP 3 Kampung Bumi Saniari Distrik Manimeri, menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK) warga SP3, sebagai bentuk dukungan terhadap PMK2 Jilid2. (Foto:Tantowi/TN).

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Sosok Petrus Kasihiw dan Matret Kokop yang sedang cuti dari jabatan Bupati – Wakil Bupati, masih menjadi sandaran masyarakat kecil sebagai tempat berkeluh kesah mengenai problem sehari-hari.

Seperti yang terlihat pada Minggu (22/10/2020) malam. Puluhan warga dari SP3 yang mayoritas petani ini, mendatangi rumah pribadi Petrus Kasihiw di Jalur 3 SP 3 Kampung Bumi Saniari, Distrik Manimeri.

Dalam suasana santai, alumnus UGM ini mengajak Matret Kokop, menemui warga di rumah pemenangan Pit-Matret yang ada di tanah lapang di depan rumah pribadi Petrus Kasihiw.

“Kita tukar pikiran saja. SP3 ini menjadi kampung saya, jadi mau kemana lagi. Para tetangga ini yang utama bagi saya. Saya dengan pak Matret ingin mengetahui, keinginan warga di SP3 apa? Ini lepas dari kepentingan coblos mencoblos, tapi sebagai tetangga dan sebagai warga, dengan kapasitas saya sebagai Bupati yang sedang cuti,” kata Petrus Kasihiw.

Kandidat Bupati Teluk Bintuni nomor urut 2 ini kemudian mempersilakan warga untuk menyampaikan uneg-uneg, persoalan yang menjadi ganjalan selama 3,5 kepemimpinan Piet-Matret.

“Saya pengen dengar, apa yang menjadi keinginan warga. Apa yang menjadi masalah di kampung ini. Anggap saja kami ini orangtua bagi seluruh warga. Saya dengan pak Matret memang calon, tapi kami juga bupati dan wakil, sampai tahun depan. Tanggal 6 Desember sudah menjabat lagi sampai 17 Juni 2021,” tandas Petrus Kasihiw.

Fitrianingsih, salah seorang warga yang mendapat kesempatan pertama, menyampaikan aspirasinya. Dalam kesempatan ini, dia mengeluhkan hama yang menyerang perkebunannya.

“Banyak sapi yang masuk ke kebun. Jadi kalau boleh, kami mohon bantuan pagar untuk kebun,” kata Fitrianingsih.

Keluhan senada juga disampaikan Anwari, warga lainnya. Tanaman kebun yang siap panen, sering rusak karena diserang hewan dan hama lain.

Menjawab keluhan itu, Petrus Kasihiw mengaku sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Hewan Ternak. Dalam perda itu akan diatur, setiap pemilik hewan ternak dan binatang peliharaan, harus membuat kandang, tidak boleh di lepas liarkan.

“Kalau sudah ada perda itu, tidak boleh ada yang menuntut jika ada hewan ternak atau binatang piaraan yang tertabrak mobil dijalan. Karena jika itu terjadi, berarti pemilik tidak mematuhi aturan yang sudah dibuat,” urai Piet.

Usai menyampaikan uneg-uneg, perwakilan warga ini kemudian menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK) sebagai bentuk dukungan terhadap PMK2 Jilid2.

“Mari kita buktikan, bahwa PMK2 akan menang di kampung sendiri,” pungkas Piet. **

Berita lain untuk anda