Update terbaru perkembangan Covid-19 di kota Sorong. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong kembali menerima hasil pemeriksaan swab sebanyak 281 sampel, dan dari 281 sampel ini terdapat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 136 positif baru.

“Dengan penambahan tersebut, total kasus terkonfirmasi positif di Kota Sorong bertambah menjadi 1.637 orang,” kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi,.MM pada jumpa pers yang berlangsung di depan Posko Satgas Covid-19, Senin (19/10/2020).

Rudy juga menyampaikan, saat ini sampel yang sedang diproses sebanyak 127 sampel. Selain itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sedang ditangani di Diklat Kampung Salak sebanyak 78 orang.

Berikut ini keseluruhan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong pada Senin (19/10/2020):

(1) Kontak erat Total = 6.543 Proses karantina = 67 Discharded = 6.476

(2) Suspek Total = 758 Dalam pemantauan = 80 Sedang dirawat = 10 Discharded = 668

(3) Probable = 5 Total 5

(4) Hasil pemeriksaan Terkonfirmasi = 1.637 Negatif = 4.478 Sembuh = 1.270

(5) Pasien Meninggal: RT-PCR(+) = 20 RT-PCR(-) = 4 Probable suspek = 6

“Penambahan 136 positif baru ini menjadi salah satu bukti bahwa, sampai saat ini virus Covid-19 masih ada di Kota Sorong, dan telah terjadi transmisi lokal yang cukup masif, sehingga penambahan positif baru di Kota Sorong cukup besar.

Diharapkan, seluruh masyarakat Kota Sorong agar mau taat menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Tolong untuk semua masyarakat Kota Sorong, jangan lagi berpikir bahwa virus ini tidak ada. Karena faktanya, sampai saat ini virus Covid-19 masih ada di Kota Sorong, dan masih menyebar. Jika kita menyayangi keluarga dan diri sendiri, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan baik,” ucap Jubir.

Kota Sorong telah menjadi daerah dengan resiko penularan yang tinggi. Harapannya, Kota Sorong menjadi prioritas dari pemerintah pusat, terutama dalam pelayanan vaksin. Ini dikarenakan tingkat penularan positif di Kota Sorong sangat tinggi.“Saya yakin pemerintah pusat sudah menjadikan ini sebagai acuan untuk penanganan di Papua Barat. Memang surat resminya kita belum dapat, tapi saya yakin, karena kasus penularan ini sudah diatas angka 1000. Jadi saya yakin ini akan menjadi perhatian dari pemerintah pusat” papar Jubir.Terkait dengan Peraturan Walikota (Perwali) Sorong nomor 17 tahun 2020 tentang penegakan dan penindakan protokol kesehatan, hingga saat ini, pelanggaran protokol kesehatan telah berjumlah 1.975 pelanggar. Sedang jumlah yang sudah disetor ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Sorong sebanyak Rp33.600.000,00. (Satgas Covid-19 Kota Sorong)

Berita lain untuk anda