Sejumlah pengunjung saat menikmati kejernihan air kali kaca. (Foto:Mega/TN)

 3,667 kali dilihat

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Papua Barat, adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Para wisatawan atau traveller pastinya sering mendengar tentang keindahan destinasi wisata yang ada di Papua Barat.

Sebut saja Raja Ampat, wilayah yang terletak di sebelah timur Indonesia ini memang sudah terkenal dengan kekayaan alamnya yang sangat indah. Tak hanya Raja Ampat, pulau-pulau yang ada disekitarnya dengan pemandangan lautnya yang berwarna kebiruan begitu memukau siapa saja yang melihatnya.

Selain Raja Ampat, banyak destinasi wisata tersembunyi di beberapa kabupaten yang ada di Papuat Barat. Mulai dari wisata laut, gunung, air terjun, dan danau.

Namun sayangnya, akses transportasi selama ini hanya fokus pada spot wisata berpenghuni. Hal itu disampaikan oleh komisi II, anggota DPR Provinsi Papua Barat, Syaiful Maliki Arif. Ia mengatakan bahwa harusnya pemerintah daerah tidak hanya fokus pada satu destinasi wisata, tetapi juga mempromosikan potensi wisata yang masih tersembunyi.

Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Syaiful Maliki Arif. (Foto:Mega/TN)

“Papua Barat punya potensi pariwisata yang cukup besar tapi memang selama pandemi ini banyak kendala. Jangankan pariwisata yang baru dikembangkan, yang sudah punya Ikon internasional seperti Raja Ampat juga jatuh terpuruk. Saya pikir setelah pandemi berlalu Pemerintah daerah harus lebih kreatif lagi mempromosikan pariwisata yang ada, “jelasnya kepada teropongnews.com belum lama ini.

Ia juga mengungkapkan, kendala-kendala yang sering dialami adalah penyediaan sarana transportasi menuju spot wisata. Sebab, spot wisata di beberapa daerah di Papua sangat jauh dan memiliki medan yang cukup sulit.

“Kalau saya lihat, di Papua Barat ini kendalanya di transportasi. Destinasi wisata di Papua Barat itu kebanyakan jauh, kemudian waktu turis atau wisatawan datang itu kan terbatas waktunya, jadi bagaimana mensiasati dengan waktu yang singkat itu mereka bisa sampai ke destinasi wisata yang jauh, “tukasnya.

Diakuinya, anggaran untuk pariwisata sangatlah minim dikarenakan adanya recofusing anggaran yang lebih difokuskan untuk penanganan COVID-19. Ia berharap, ketika pandemi COVID-19 berlalu, sektor pariwisata bisa bangkit kembali.

“Selama pandemi ini pemerintah melakukan recofusing anggaran yang ditujukan untuk penanganan pandemi, jadi anggaran untuk pariwisata itu sangat minim. Tapi muda-mudahan setelah selesai pandemi ini sektor pariwisata bisa bangkit lagi. Nanti kami akan usulkan ke pemerintah saerah untuk meningkatkan anggaran pariwisata, terutama untuk promosipromosi, “pungkasnya.