Advertorial

Dispersip Kalsel Coba Budidaya Sayuran Hidroponik

×

Dispersip Kalsel Coba Budidaya Sayuran Hidroponik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi budidaya sayur-sayuran secara hidroponik. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan terus menunjukkan keseriusannya, dalam melaksanakan program perpustakaan berbasis inklusi sosial.

1465
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Hal tersebut ditandai dengan budidaya tanaman hidroponik yang dilakukan oleh staf Dispersip Kalsel. Yang mana sebelumnya berhasil membudidayakan selada, kini Dispersip Kalsel mencoba membudidaya bayam merah secara hidroponik.

Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2017, inklusi sosial adalah, upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.

Tujuan inklusi sosial bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia, untuk mencapai kestabilan ekonomi, sosial, dan budaya di dalam masyarakat.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, budidaya sayur hidroponik memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan, apalagi saat ini gaya hidup serta kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan sehat meningkat.

“Namun banyak orang mengira bahwa hidroponik itu susah, dan perlu modal yang besar, padahal dengan menerapkan sistem hidroponik skala rumah tangga jauh lebih ekonomis,” kata Nurliani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/11/2022).

Nurliani menjelaskan, hidroponik merupakan salah satu model bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh, melainkan menggunakan sistem kerja air.

Selain dari buku, metode hidroponik ini juga bisa dipelajari melalui sumber lain, salah satunya melalui internet.

“Kami merasa sangat beruntung bertugas di Perpustakaan Palnam, koleksi bukunya luar biasa banyak. Apalagi buku-buku tentang hidroponik sangat beragam dari hidroponik skala rumah tangga, sampai hidroponik komersial skala bisnis, dari buku inilah kami mempelajari bagaimana membudidayakan sayuran secara hidroponik ini,” tuturnya.

Lebih jauh Nurliani mengungkapkan, perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran sepanjang hayat. Melalui perpustakaan masyarakat dapat menemukan informasi dan pengetahuan secara bebas. Perpustakaan tidak hanya menyediakan informasi tetapi juga memberdayakan masyarakat yang dilayaninya.

“Peranan perpustakaan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya masyarakat secara luas. Hidroponik ini salah satu bentuk implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” bebernya.