TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Angka pengangguran di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustus 2021 turun 0,59 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,72 persen, sementara TPT pada Agustus 2020 sebesar 6,31 persen.

Demikian disampaikan Kepala BPS Sulsel, Suntono, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik mengenai Keadaan Ketenagakerjaan Sulsel Agustus 2021, Senin (8/11/2021).

“Pada Agustus 2021 di Provinsi Sulawesi Selatan, tercatat sebanyak 6,8 juta jiwa penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 4,41 juta jiwa, atau naik 136 ribu jiwa dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja tersebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 1,32 persen menjadi 64,73 persen,” ungkapnya.

Dari jumlah angkatan kerja tersebut, kata dia, sebanyak 4,16 juta orang bekerja. Sementara 0,25 juta orang pengangguran. Angka pengangguran itu turun sebanyak 17,47 ribu orang dibandingkan pada Agustus 2020.

Menurutnya, kabupaten/kota di Sulsel, TPT tertinggi tercatat di Kota Makassar 13,18 persen, dan terendah di Kabupaten Enrekang 2,34 persen.

Penduduk yang bekerja dominan terserap di lapangan usaha pertanian yaitu sekitar 1,56 juta jiwa (37,43 persen). Selanjutnya diikuti lapangan usaha perdagangan sebanyak 779 ribu jiwa (18,75 persen). Industri Pengolahan tercatat 352 ribu jiwa (8,47 persen). Konstruksi sebanyak 268 ribu jiwa (6,45 persen).

“Jika dibanding dengan Agustus 2020, secara umum di semua sektor mengalami kenaikan, kecuali di beberapa sektor mengalami penurunan seperti sektor pertanian mengalami penurunan sekitar 36,71 ribu jiwa, jasa lainnya turun 15,85 ribu jiwa, dan transportasi dan pergudangan turun 12,39 ribu jiwa,” paparnya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, TPT terbesar ada di Pendidikan SMK yaitu 11,34 persen. Berdasarkan jenis kelamin TPT perempuan (5,73 persen) lebih tinggi dibanding dengan laki-laki (5,71 persen). Berdasarkan daerah tempat tinggal TPT perkotaan (9,59 persen) lebih tinggi di banding pedesaan (2,76 persen).

“Terdapat 565.541 orang (8,30 persen) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (50.028 orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (21.299 orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (38.915 orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (455.299 orang),” urainya.

Sementara, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersyukur dengan turunnya angka pengangguran.

“Alhamdulillah, angka pengangguran di Sulawesi Selatan pada Agustus 2021 turun 0,59 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, tentu berpengaruh pada tenaga kerja,” tuturnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, terus berupaya dalam menekan angka pengangguran. Salah satunya dalam upaya pemberian pelatihan serta pendampingan. Selain itu, hadirnya investasi tentunya akan membuka ruang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Berita lain untuk anda