Direktur Riset IPS, Arman Salam menjelaskan data survey terkait pilkada Teluk Bintuni, Sabtu (5/12/2020). (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni nomor urut 2, Petrus Kasihiw MT – Matret Kokop SH, dipastikan kembali memimpin tanah Sisar Matiti untuk periode kedua, dalam pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020 mendatang.

Dua lembaga independen yang melakukan survey pemilih di Teluk Bintuni, semuanya memprediksi kemenangan Piet-Matret diatas 50 persen. Jika sebelumnya LP3N merilis hasil survey dengan hasil 58,81 % untuk Piet-Matret dan 29,52 % untuk kandidat Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO), kini giliran Indonesian Presidential Studies (IPS) merilis hasil 51,9 % untuk Piet-Matret dan 29,1 persen untuk AYO.

Direktur Riset IPS, Arman Salam SSI, MA menjelaskan, survey yang diselenggarakan pada akhir November 2020 ini, melibatkan 440 responden yang dipetik secara proporsional di 24 distrik yang ada di Teluk Bintuni dengan margin error sekitar 4,8 %.

“Ada selisih suara dari kedua kandidat sebesar 22,8 %,” kata Arman Salam, dalam pers conference di Hotel Stenkool Bintuni, Sabtu (5/12/2020) malam.

Ini adalah hasil survey terbaru yang dirilis IPS. Sebelumnya, lembaga yang bermarkas di Jakarta ini sudah melakukan survey pada bulan September 2020. Saat itu, hasil yang diperoleh adalah 32,9 % untuk kandidat Piet-Matret dan 36,8 % untuk AYO.

“Elektabilitas pasangan Piet-Matret meningkat cukup drastis dari 32,9 persen menjadi 51,9 persen. Sementara pasangan AYO mengalami tekanan elektabilitas dari 36,8 persen menjadi 29,1 persen. Pergeseran dukungan ini karena pengaruh dinamika di masa kampanye dan semakin mengecilnya undecided voters,” jelas Arman.

Sebaran dukungan terhadap pasangan PMK2 itu mendominasi diseluruh segmen masyarakat meliputi wilayah daratan, pegunungan hingga pesisir pantai. Tren ini wajar terjadi ketika kandidat petahana mampu mengkomunikasikan hasil capaian pembangunan dan mampu menarasikan program-program di masa datang kepada masyarakat.

Keberhasilan kandidat PMK2 dalam menyampaikan capaian pembangunannya juga ditunjukkan dalam survei yang mana sebesar 52,6 persen responden menginginkan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop memimpin kembali Kabupaten Teluk Bintuni 2020-2024.

“Dengan basis dukungan pemilih aktif yang melebihi 50 persen, sulit bagi penantang untuk menyalip dan membalikkan keadaan. Pada akhirnya memang hasil pemilihan akan ditentukan dari tingkat partisipasi pemilih di TPS-TPS pada tanggal 9 Desember nanti. Akan tetapi kalau diumpamakan hari ini dilakukan pemilihan, maka hasilnya seperti temuan survei ini,” ujarnya.

Direktur Komunikasi Politik IPS Andrew Yuen menambahkan, dengan sisa waktu beberapa hari menjelang pemilihan, hampir dipastikan sulit bagi pasangan nomor urut 1 (AYO) untuk mengubah peta dukungan karena rentang selisih yang cukup jauh (22,8 persen).

Dalam rentang waktu satu bulan di masa kampanye, pasangan PMK2 cukup konsisten menyampaikan capaian-capaian pembangunan dan menawarkan program-program lanjutan apabila mereka terpilih kembali. Ini relatif berbeda daripada kompetitornya yang cenderung intensif mengkritik untuk menjatuhkan kandidat Piet-Matret.

“AIih-alih menawarkan visi-misi dan program yang bernas, pasangan AYO lebih memilih untuk mengkritisi PMK2,” tandasnya. **

Berita lain untuk anda