Ilustrasi merokok.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG -Dimasa pandemi Covid-19 kebijakan pemerintah untuk  membatasi masyarakat beraktivitas diluar rumah menyebabkan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Survei yang dilakukan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Justru menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah merokok selama pandemi, ironisnya bahkan bahkan dilakukan di rumah.

Survei ini menunjukkan bahwa orang tetap merokok meski berada di dalam rumah, tempat yang seharusnya bebas dari asap rokok. Bahkan ada kecenderungan jumlah batang rokok yang dihisap meningkat.

Kepala dinas kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat mengatakan, survei tersebut yang dilakukan Komnas Pengendalian Tembakau terhadap ratusan responden dari berbagai daerah di Indonesia selama 15 Mei – 15 Juni 2020.

“Rumah seharusnya menjadi tempat teraman, salah satunya dari bahaya asap rokok, terutama di masa pandemi ini. Tapi berdasarkan survei tersebut, perilaku merokok justru meningkat di masa pandemi,”ujar Hermanus belum lama ini.

Hermanus menjelaskan, banyak kajian ilmiah yang membuktikan bahwa perilaku merokok membuat perokok lebih mudah terinfeksi COVID-19.

Dimasa pandemi Covid-19 kebijakan pemerintah untuk  membatasi masyarakat beraktivitas diluar rumah menyebabkan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah

“Pemerintah maupun masyarakat perlu melakukan intervensi  terhadap perilaku  merokok, terutama saat pandemi Covid-19.



Berita lain untuk anda