Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menghadiri apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan pengecekan peralatan SAR, di Lapangan Karebosi, Senin (16/11/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengatakan, menghadapi cuaca ekstrem jelang masuk tahun baru perlu dilakukan kesiapan dan antisipasi, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi kita mengecek langsung kesiapan BPBD Sulsel, bersama TNI, Polri, Basarnas, serta semua pihak terkait untuk menghadapi cuaca ekstrem jelang masuk tahun baru, untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan bersama,” tegas Nurdin Abdullah kepada wartawan, di Makassar, Senin (16/11/2020).

Ia menyebutkan, untuk titik fokus di daerah mana, masih menunggu hasil kajian dari bagian analisis BMKG.

“Makanya kita lagi mengkaji hasil analisis BMKG. Tentu ini sekarang kita bisa lihat menjadi langganan banjir adalah Wajo Danau Tempe, kenapa Danau Tempe ini 5 sumber sungai sementara pembuangan hanya satu, sungai ini sudah menjadi rutin bagi kita dan masyarakat Wajo sudah menganggap itu menjadi musiman tapi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” urainya.

Gubernur Sulsel menambahkan, beberapa daerah yang selama ini menjadi daerah kritis dan rawan bencana terus menjadi perhatian.

“Kedua beberapa daerah yang sangat kritis, super kritis termasuk daerah sungai Jeneberang apa yang harus kita perhatikan disana adalah pengendalian dari Dam Bili-bili kemudian dari Jenelata,” tutupnya.

Berita lain untuk anda