Penyerahan simbolis perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari Bupati Merauke, Frederikus Gebze kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Merauke, Alamsyah Ali. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah mendaftarkan 139 nelayan Orang Asli Papua (OAP) Merauke menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek selama 12 bulan.

Melaluai kepesertaan ini, otomatis ratusan nelayan mendapatkan dua perlindungan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Merauke yang telah mempercayakan perlindungan nelayan kepada kami, dalam dua program perlindungan JKK dan JKm,” ucap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Merauke, Alamsyah Ali pada sela-sela peringati Hari Pangan se-Dunia ke-40 di Kampung Bokem, Kamis (22/10/2020).

Dua perlindungan di atas sangat bermanfaat bagi peserta nelayan, karena ketika terjadi kecelakaan kerja, peserta akan mendapatkan pengobatan sampai sembuh dan beasiswa senilai Rp 174.000.000 untuk dua orang anak.

Selain itu, ketika terjadi kematian, entah kematian karena kecelakaan kerja atau kematian biasa, keluarga akan menerima santunan kematian senilai Rp 42.0000.000.

“Melalui momentum ini, kami mengajak kepada bapak, ibu sekalian apapun jenis pekerjaannya, bisa mendaftarkan kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan,” ajak Alamsyah.

Iurannya terbilang sangat murah atau sangat kecil, hanya sebesar Rp16.800 dan selama pandemi Covid-19 hanya Rp 168, yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan.

Kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BP Jamsostek oleh Bupati Merauke, Frederikus Gebze kepada dua perwakilan nelayan. Dan penyerahan simbolis perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari Bupati kepada Kepala BPJS Jamsostek.

Berita lain untuk anda