BeritaPEMILU 2024

KPU RI Sosialisasi Pemilih Pasca Pemungutan Suara Tahun 2024 di Papua Selatan

×

KPU RI Sosialisasi Pemilih Pasca Pemungutan Suara Tahun 2024 di Papua Selatan

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – KPU RI melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara tahun 2024 kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di Papua Selatan, Rabu (8/5/2024) di Halogen Merauke.

Kepala Bagian Pendidikan KPU RI, Arif Ma’ ruf dalam laporan panitianya mengatakan pencapaian yang diharapkan dari sosialisasi adalah menumbuhkan kesadaran di kalangan pemilih tentang politik dan hak-hak pemilih, menumbuhkan pengetahuan dan sikap politik terhadap hasil pemilihan di masa mendatang.

“Sosialisasi pasca Pemilu ini agar Pilkada dan Pemilu yang akan datang semakin diikuti oleh pemilih yang bertanggungjawab terhadap pilihannya, pemilih menjadi cerdas, memiliki logika nalar yang baik, serta bertanggung jawab bukan emosional,” papar Arif.

Sosialisasi pasca Pemilu ini juga untuk meningkatkan interaksi masyarakat pemilih dalam demokrasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan yang terpenting ada peningkatkan partisipasi pada Pilkada 2024.

Ketua KPU Provinsi Papua Selatan, Theresia Mahuze mengapresiasi kepada KPU RI yang melakukan sosialisasi di Papua Selatan. Sebagai provinsi baru, Papua Selatan mempunyai DPT (Daftar Pemilih Tetap) paling sedikit dari Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya yakni sebanyak 367.269 DPT, namun Papua Selatan siap dan mandiri untuk melaksanakan Pemilu 27 November 2024.

Ia mengaku meski sedikit dan cukup rumit dalam transportasi dari kabupaten ke kabupaten lain dengan menggunakan pesawat, dan antar distrik menggunakan speed boat dengan biaya yang cukup mahal namun KPU Papua Selatan dan KPU empat kabupaten tetap maksimal mengerahkan segala sumber daya yang ada terutama melakukan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat untuk mengikuti Pemilu.

Ia mengatakan, jumlah pemilih pemula di Papua Selatan sebanyak 22.000 dan tingkat partisipasi Pemilu sebelumnya, capai 84,59 persen. Segala kekurangan yang terjadi di Pilpres dan Pileg lalu kan dievaluasi dengan tujuan akan meningkatkan angka partisipasi masyarakat dan menghasilkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Pengalaman sebelumnya, kami KPU memakai influencer lokal untuk membuat film singkat sebagai bentuk sosialisasi Pemilu kepada masyarakat. Pilkada perdana ini diharapkan sukses dan mendapatkan partisipasi yang tinggi,” tutup Theresia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *