Potongan vieo seorang perempuan yang mengaku bernama Oktovina dan bekerja sebagai tim medis bagian laboratorium RSUD Raja Ampat, yang mengeluhkan kondisinya di ruang isolasi RSUD setelah dinyatakan terkonfirmasi virus corona. (Foto:Ist/TN)

 1,396 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Seorang tenaga medis yang bertugas di bagian laboratorium RSUD Kabupaten Raja Ampat, berurai air mata sambil menceritakan kondisinya yang terpapar virus corona dan terlantar di ruang isolasi.

Melalui rekaman video yang diunggah oleh pemilik akun facebook Mutmainah Bahrun, tenaga medis perempuan yang mengaku bernama Oktovina Tonata ini menumpahkan keluh kesahnya kepada Bupati Raja Ampat, Sekda dan Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat.

Video berdurasi 4.31 menit ini, diunggah ulang oleh akun facebook Anis Susanti, dan viral di media sosial sejak Minggu (27/9/2020) sore. Hingga Senin (18/9/2020) siang, video itu sudah dibagikan sebanyak 1.076 kali, mendapat tanggapan 545 dan dikomentari oleh 19 orang.

“Selamat siang bapak Sekda, Bapak Bupati dan seluruh tim Satgas Covid. Saya Oktovina Tonata, tim medis dari RSUD Raja Ampat bagian Laboratorium,” kata wanita ini mengawali curhatnya dalam rekaman video.

“Saya terkonfirmasi covid, dan saya masuk ke sini sudah hari ke empat. Kami pertama masuk, keadaan kami sangat menderita. Pertama kami masuk harus bersihkan ruangan, bersihkan tempat tidur dan bersihkan semuanya. Dan kami tidak dapat dkunjungi dokter. Satupun dokter tidak ada yang mengunjungi kami. Disini kami di rawat berjumlah 12 orang dan di dalamnya ada 5 anak balita yang tidak pernah diperhatikan sama dokter,” ungkap Oktovina.

“Yang kedua, kami juga tidak pernah mendapat asupan vitamin. Memang makanan ditangung baik, tapi vitamin untuk asupan kami tidak ada. Kami menelpon dibilangnya tidak ada anggaran untuk pembelian vitamin. Keadaan saya sekarang bukan baik, semakin buruk pak. Karena kami tidak pernah diperhatikan seorang pun dokter. Kami ditelatarkan begini,” lanjut Oktovina.

Kemudian dia mengarahkan ponsel kameranya kearah seorang ibu yang ada di belakangnya, sambil berkata,” Kasihan ibu ini, masuk pertama dengan keluhan batuk. Sampai sekarang tidak ada sama sekali realisasi untuk dikasih obat batuk. Malah kami beli obat sendiri di luar,” katanya.

Oktovina berada di ruang isolasi RSUD bersama dengan suami, anak, dan beberapa temannya. “Ini teman saya Lisna pengalaman sama, sakit juga rasanya. Sama dengan kami. Ini suami saya, Liustinus dari Dinas Perhubungan. Kami masuk dengan muka yang cerah, kami di dalam dengan muka yang pucat,” tambahnya.

Oktovina dan suaminya, yang sama-sama di isolasi di RSUD Raja Ampat.

Bahkan kondisi salah satu anaknya, ketika pertama masuk ruang isolasi, mengalami diare dan muntah. Tapi permintaan obat ke petugas satgas, tidak diberi hingga video rekaman itu dia buat. “Kami minta obat sama sekali tidak dikasih, sampai sekarang. Kami beli obat untuk kasi minum dia,” urainya.

Karena kesal tidak diperhatikan, Oktovina sempat keluar mendatangi posko Satgas Covid untuk mencari solusi. Tapi yang terjadi justru keributan dan perkelahian. Oktovina disebut sebagai tenaga medis yang goblok karena dianggap kabur dari ruang isolasi.

Setelah keributan pecah, barulah ada dokter yang datang melihat kondisi pasien di ruang isolasi itu. Tapi lagi-lagi kata Oktovina, hanya pasien lain yang di tensi, sedangkan dirinya bersama keluarga, tidak disentuh.

“Alasannya apa kami dibikin kayak begini. Kami juga tidak mau  terkena penyakit ini, tapi kami terpapar dari pasien pak. Jadi kami bersabar. Kami minta pindah malah kami dimarahi. Kami dikasih masuk di isolasi, kami tidak ada keluhan, kenapa dimasukkan di isolasi?,” ungkap Oktovina, yang menyampaikan keluhan itu kepada para pejabat daerah.

“Kenapa kami tidak pernah dikunjungi, anak kami yang sakit tidak pernah dilihat? Mending kami pergi pak.. mungkin kami karantina di gedung wanita pak, kami lebih aman. Anak balita tidak diperhatikan. Kami juga orang medis, masak kami ditelantarkan begini,” tambahnya.

Sebagai tenaga medis yang bersinggungan dengan pasien Covid, Oktovina dan kawan-kawannya yang da di ruang isolasi RSUD, hanya minta diperlakukan secara manusiawi.

“Kami cuma mohon pindahkan kami dari rumah sakit. Kami mohon dipindahkan hari ini. Kami mohon pak sekda pak bupati dan tim covid, kami mohon dipindahkan sebelum imun kami menurun. Kami ingat anak-anak kami mashi kecil, kami juga ingat beban pekerjaan kami di rumah sakit masih banyak, beban kami melayani masyarakat. Kami sudah tidak sanggup di ruang isolasi rumah sakit. Hari ini saya ambil pernyataan, meski Pak Agus saya punya direktur, saya tetap hargai dia pak. Saya pingin pindah ke gedung wanita, terima kasih pak, selamat siang,” tutup Oktovina. **

Berita lain untuk anda

Ketahuilah Tiga Program Promo PLN Peduli Customer

 1,579 total views (dibaca)  1,579 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Untuk diketahui masyarakat Kabupaten Merauke, Boven…

Ini Pemenang Hasil Hitungan Cepat Pilkades Serentak di Ambon

 1,713 total views (dibaca)  1,713 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Penghitungan cepat atau Quick Count (QC)…

BWS Rancang Skenario Tutupi Kejahatan di Proyek Air Bersih Halong

 1,473 total views (dibaca)  1,473 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Proyek air bersih di Negeri Halong,…

Kemen PUPR Lembur “Cuci” Kanal Victory Kota Sorong

 2,522 total views (dibaca)  2,522 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kementerian PUPR masih melanjutkan pekerjaan “pencucian”…

Wali Kota Danny Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Korupsi

 1,406 total views (dibaca)  1,406 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’…

Polres Sorong Eksekusi Program Perikanan dan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

 1,554 total views (dibaca)  1,554 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AIMAS – Jajaran Polres Sorong bersiap menyambut kehidupan…

Direktur AMO Wakili Indonesia Dalam Event Art For All 2021

 1,419 total views (dibaca)  1,419 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny…

Astaga! Tingkat Konfirmasi Covid-19 Pada Usia Produktif di Ambon Tinggi

 1,475 total views (dibaca)  1,475 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Warga Kota Ambon yang berada dalam…

Kejar Pencuri, Warga Jalan Makam Temukan Penyulingan Miras di Rumah Babinsa

 1,491 total views (dibaca)  1,491 total views (dibaca) Aimas, TN – Produsen minuman keras lokal cap tikus,…

Pangdam Pastikan Tim Investigasi Gabungan TNI-Polri Periksa Oknum TNI Terlibat Bentrok

 1,426 total views (dibaca)  1,426 total views (dibaca) Jayapura, TN – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab,…