Mahasiswa Universitas Cenderawasih melakukan negoisasi dengan aparat keamanan, untuk melanjutkan aksi di Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Papua, Senin (28/9/2020). (Foto:Nesta/TN)

TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Aksi demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiwwa dan Rakyat Papua di depan Kampus Universitas Cenderawasih, Senin (18/9/2020), untuk menolak perpanjangan Otsus jilid II, berujung ricuh.

Peserta aksi demo bentrok dengan aparat keamanan yang berusaha membubarkan mereka. Massa yang sudah berkumpul sejak pukul 07.00 WIT ini, sedianya mau bergerak ke Kantor Gubernur dan DPRD Papua untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun aparat yang menjaga aksi itu tidak merestui keinginan itu, dan meminta massa demo membubarkan diri. Massa yang merasa melakukan aksi dengan damai, menolak permintaan itu. Setelah sekitar 2,5 jam melakukan negoisasi dan masing-masing pihak tetap mempertahankan keinginannya,  bentrokan pun pecah.

Aparat keamanan membubarkan paksa mereka dengan semprotan air dari mobil water canon dan mobil barakuda milik Brimob Polda Papua Barat. Tindakan itu memicu kemarahan massa pendemo, dan melakukan aksi balasan kearah petugas keamanan.  

“Kami sudah lakukan aksi dengan baik-baik, dengan cara damai tapi mereka paksa kami bubar,” kata Daniel, salah seorang peserta aksi.

Kapolres Jayapura, AKBP Gustaf Urbinas yang di kofirmasi via Whatsapp belum memberikan komentar . **

Berita lain untuk anda