Jubir Gustu Provinsi Papua Barat., dr Arnol TiniapM

 2,697 kali dilihat

Manokwari,TN– Juru bicara gugus tugas penangan penyebaran COVID-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap,M.Empid mengatakan, penerapan masa “New Normal” akan ditentukan daerah masing sesuai dengan kondisi yang terjadi.

“Untuk kebijakan New Normal nanti, pemerintah pusat akan membuat panduan atau criteria atau  indikator baik dari aspek kesehatan, ekonomi dan lainnya nanti masing-masing daerah akan mengabil keputusan apakah diberlakukan New Normal atau tidak sesuai dengan kondisi daerah tersebut” kata jubir gustu COVID-19 Provinsi Papua Barat saat zoom metting bersama awak media se-Papua Barat, Jumat (29/5).

Lebih lanjut dr Arnold mengatakan, pemberlakukan kebijakan New Normal ini sedikit mirip dengan pengusulan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan melihat situasi dan kondisi daerah tersebut.

Berangkat dari kondisi daerah, maka pemerintah setempat bisa mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat supaya menerbitkan rekomendasi diberlakukannya New Normal dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan.

Setelah ada persetujuan dari pemerintah pusat maka, pemda wajib menyampaikan kepada masyarakat melalui sosialisasi agar mereka mengetahui supaya mereka sudah ada persiapan menghadapi.

Karena banyak aturan aturan protokol kesehatan yang wajib dilakukan semua orang dan diawasi supaya dapat memutus masta rantai penyebaran COVID-19.

Meskipun demikian, Tiniap menegaskan bahwa kebijakan penerapan New Normal itu masih dalam proses, yang akan ditindaklanjuti Pemerintah Pusat melalui kementrian terkait sesuai mekanisme.

Sedangkan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si mengatakan, saat masyarakat harus siap-siap untuk masuk dalam tatanan hidup normal baru atau “New Normal”

Yang penting, lanjut Wagub masyarakat mengikuti semua anjuran dari pemerintah dengan menerapakan protokol kesehatan supaya tingkatkan imunitas dan imanitas terhadap penyebaran COVID-19.

“Kalau iman kita meningkat, Tuhan sayang maka imun kita juga pasti meningkat dalam menghadapi New Normal.” kata Wagub Papua Barat kepada wartawan usai memimpin rapat terbatas dengan pimpinan OPD di lantai 1 Gedung Sekertariat Daerah Papua Barat, Jumat (29/5).

Berita lain untuk anda

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Wilayah Malut

 2,732 kali dilihat 2,732 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi…

Tujuh Mantan Atlit Berprestasi Merauke Terima Bantuan CSR dari Pertamina

 2,710 kali dilihat 2,710 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Menyambut penyelenggaraan PON XX di Kota Merauke,…

Persiapan Pilkades Serentak di Ambon Berjalan Maksimal

 2,819 kali dilihat 2,819 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memastikan, mekanisme…

Jatuh Dari Kapal, ABK KM. Aspak 15 Hilang di Perairan Misool

 2,790 kali dilihat 2,790 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Satu Anak Buah Kapal (ABK) KM. Aspak…

Batu Merah Dideklarasikan Sebagai Desa Bersinar

 2,099 kali dilihat 2,099 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon…

Wali Kota Makassar Kunjungi Korban Kebakaran di Jongaya

 2,639 kali dilihat 2,639 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengunjungi korban…

Kades Niampak Induk Bagikan Bantuan APD ke Masyarakat

 2,848 kali dilihat 2,848 kali dilihat Talaud, TN – Kepala Desa (Kades) Niampak Induk, Kecamatan Beo…

BPBD Makassar Bawa Bantuan Logistik dan Evakuasi Korban Gempabumi Sulbar

 2,729 kali dilihat 2,729 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Gempabumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda…

Data Terkini Penderita HIV-AIDS di Merauke Capai 116 Kasus

 3,336 kali dilihat 3,336 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2022, data…

BPJS Ketenagakerjaan Merauke Perluas Informasi Program Jamsostek, Dengan Cara Ini !

 3,826 kali dilihat 3,826 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Bisik atau Bincang Asyik, itulah istilah yang…