Waisai, TN- Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) melepas 222 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (K2N) angkatan XV Universitas Muhamadiah Sorong (UMS) di aula dinas Pendidikan kabupaten Raja Ampat, Rabu (4/3).

Pelepasan mahasiswa K2N UMS tersebut, dihadiri Sekda Raja Ampat, Dr. Yusup Salim, Rektor Universitas Muhammadiah Sorong, Dr. Hermanto Suaeb, Wakil Rektor II UMS serta Asisten I dan Asisten III Setda Raja Ampat.

Mahasiswa K2N UMS angkatan XV ini, akan melaksanakan kerja lapangan selama dua bulan di sejumlah lokasi dan berada di tengah-tengah masyarakat di kabupaten Raja Ampat.

Rektor Uniesitas Muhammadiah Sorong, Dr Hermato Suaeb. Foto wim.

“Kami pemerintah daerah mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS)
Yang memilih Kabupaten Raja Ampat sebagai lokasi kuliah kerja nyata. Dengan begitu, akan ada kajian-kajian akademik yang bisa di berikan untuk membantu kami dalam merumuskan kebijakan ke depan. Kami juga berharap ada kontribusi nyata ditengah-tengah masyarakat,” ujar bupati Abdul Faris Umlati.

Bupati AFU juga menyinggung tentang keterlibatan Raja Ampat dalam 10 destinasi pariwisata prioritas Perpres nomor 18 tahun 2020. Ia pun berharap ada ide-ide cemerlang dari mahasiswa dalam memajukan pariwisata di Raja Ampat melalui kegiatan K2N.

“Kehadiran mereka bertepatan dengan Raja Ampat masuk 10 destinasi pariwisata prioritas sesuai Pepres nomor 18 tahun 2020. Dengan begitu kami berharap ada masukan atau kajian-kajian akademis yang dapat membantu memajukan pariwisata di Raja Amoat,” tandasnya.

Dikatakan, ada sektor lain yang juga perlu ada masukan sebagai bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan. “Kami akan membantu mereka selama menjalankan tugas pengabdian, apalagi mahasiswanya rata-rata ASN dan Honorer yang berada di Raja Ampat,” jelas bupati Faris Umlati.

Rektor Universitas Muhammadiah Sorong, Hermanto Suaib, mengatakan kegiatan K2N yang di lakukan di Raja Ampat, bertujuan membantu pemerintah daerah dalam mempotensikan sumber daya manusia mauoun sumber daya alam.

“Dengan adanya K2N akan membuka akses informasi, membuka aspirasi di daerah-daerah terpencil. Hasil kajian serta riset akademik yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan-kebijakan, baik peraturan daerah atau peraturan lainya,” ternga Hermanto Suaeb.

Menurut Suaeb, K2N ini bermulti guna, disamping meriset tentang temuan-temuan, tetapi juga akan menjadikan temuan akademik, serta bisa dijadikan juga sebagai kajian birokrat, sehingga dapat menghasilkan sebuah konsep yang bisa saja dijadikan sebagai Peraturan Daerah.

Hal itu juga kata Rektor UMS itu, temuan-temuan tersebut akan berkelanjutan bukan hanya di sektor invrastruktur saja tetapi juga berkelanjutan di aspek-aspek lain.

“Apalagi potensi tipikal kabupaten Raja Ampat ini masuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas berdasarkan Peraturan Presiden melalui RPJM Nasional 2020-2024,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda