Obituari

Dinas Pendidikan Papua Barat Study Banding di KPG Merauke

×

Dinas Pendidikan Papua Barat Study Banding di KPG Merauke

Sebarkan artikel ini
Penyambutan Tim Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat di KPG Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kepala sekolah SMA Negeri Kolese Pendidikan Guru Khas Papua Merauke Petrus Ambarura dan para guru serta jajarannya menyambut kunjungan study banding Tim Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.

1542
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Hadir pula Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Papua Laurens Wantik. Ia menjelaskan, kunjungan Tim Papua Barat ini dalam rangka melakukan study banding mengenai pengelolaan sekolah pendidikan guru (SPG) Khas Papua dalam mendidik calon guru Sekolah Dasar.

“Di Papua sendiri ada tiga KPG yakni KPG Merauke, Timika dan Nabire. Merauke dipilih sebagai tempat study banding karena dianggap dapat dijadikan contoh dan kami sampaikan terima kasih untuk kepercayaan Tim Dinas Pendidikan Papua Barat,” ujar Laurens di KPG Merauke, Sabtu (04/12).

Laurens Wantik mengatakan sejak 2013 status KPG menjadi Negeri. Meski masih banyak kekurangan namun secara perlahan akan dipenuhi tetapi missi untuk mncetak guru Sekolah Dasar terus berjalan. Bahkan sudah ribuan guru yang sudah berhasil dibentuk.

Ketua Tim Papua Barat, Adolfina Auray menjelaskan sejak 2019 rencana kunjungan sudah direncanakan hanya baru terlaksana di 2021 karena Pandemi Covid-19.

“Hari ini kami hadir di Merauke, Papua ini dalam rangka Papua Barat ini mengembalikan SMA keguruan atau KPG kepada rohnya yang semula. Sebab, alasan pemberian nama KPG Khas Papua karena di Papua tersebar banyak pendidikan dasar, sehingga KPG dibentuk untuk memenuhi penyebaran guru Sekolah Dasar,” terang Adolfina.

Karena itu, Papua Barat punya keinginan untuk mengembalikan kekhasan tersebut. “Hari ini kami ingin melihat dan mendapat informasi akan manajemen dari SMA Negeri Khas Papua. Pertama tentang Dapodik, Kurikulum, kerjasama dengan para pihak, peningkatan mutu guru, proses kegiatan belajar mengajar, dan regulasi peraturan hukum,” sambung Adolfina.

Kedua pihak lalu melakukan diskusi guna memaparkan dan menggali apa saja yang dapat dipelajari untuk kemudian diadopsi Tim Dinas Pendidikan Papua Barat.