Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membagikan paket sembako tahap I di lima kelurahan di Kota Ambon, yakni Kelurahan Urimessing, Kelurahan Mangga dua, Kelurahan Waihaong, Kelurahan Wainitu, dan Kelurahan Amantelu, Senin (20/4). Foto-Ist/TN

Ambon, TN – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membagikan paket sembako tahap I di lima kelurahan di Kota Ambon, yakni Kelurahan Urimessing, Kelurahan Mangga dua, Kelurahan Waihaong, Kelurahan Wainitu, dan Kelurahan Amantelu, Senin (20/4). Demikian siaran pers yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Selasa (21/4) malam.

Saat pembagian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Syarif Hadler mengatakan, bantuan dari Pemkot Ambon ini ditujukan untuk mereka yang kehilangan pekerjaan, atau penghasilan dampak dari Covid-19.

“Sebagai bagian dari jaringan pengaman sosial, sembako ini kita bagikan kepada tukang ojek, supir angkot, para pengusaha kecil dan mereka yang dikategorikan miskin baru (misbar), atau miskin sementara akibat dampak dari Covid-19,” kata Hadler.

Hadler menambahkan, proses pembagian sembako akan dilakukan dalam beberapa tahap, yang direncanakan akan berlangsung hingga 9 bulan kedepan.

“Ini adalah tahap awal, dan bantuan tahap berikutnya akan terus kita salurkan hingga sembilan bulan kedepan. Selain sembako, Pemerintah Kota Ambon juga mulai membagi-bagikan masker kepada warga melalui kelurahan/desa/negeri,” ujarnya.

Dijelaskannya, sistem pembagian sembako dilakukan berdasarkan data penerima bantuan yang diserahkan lurah, desa dan negeri berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh RT.

“Hal ini bertujuan, agar pembagian sembako dapat diatur dengan baik, sehingga tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan lainnya seperti PKH maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT),” jelasnya.

Untuk tahap awal, lanjut Hadler, paket sembako didistribusikan sebanyak 1.000 paket, yang terdiri dari beras, minyak goreng, ikan kaleng, gula, kacang ijo, biskuit, serta makanan siap saji.

“Pemerintah berharap, kiranya sembako yang dibagikan, dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, akibat Covif-19,” tandas Wakil Wali Kota Ambon ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda