Penyerahan alat tangkap kepada kelompok binaan dinas Perikanan Raja Ampat di distrik Supnin. Foto Wim/TN.

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Dinas Perikanan kabupaten Raja Ampat, menggelar kegiatan sosialisasi alat tangkap ramah lingkungan kepada kelompok binaannya di distrik Supnin dan distrik Salawati Utara kabupaten Raja Ampat.

Kegiatan tersebut secara terpisah dilakukan di kampung Rauki dan kampung Jefman pada 17 dan 20 November 2021 lalu.

Kepala dinas Perikanan, Marthen L Bartholomeus, S.T, M.Si. Foto Wim/TN

Kepala dinas Perikanan, Marthen L Bartholomeus, S.T, M.Si, mengatakan kegiatan sosialisasi alat tangkap ramah lingkungan itu, bertujuan mengedukasi masyarakat agar selektif dan adaptif saat menangkap ikan sehingga tidak merusak lingkungan.

“Hampir sebagian besar wilayah laut di kabupaten Raja Ampat ini adalah kawasan Konservasi sehingga alat tangkap ikan yang kami (dinas Perikanan) tawarkan ke masyarakat harus selektif dan adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Rio sapaan akrab Kepala dinas Perikanan, Marthen L Bartholomeus, dikantornya Senin (22/11/2021).

Menurutnya, alat tangkap yang diberikan dinas Perikanan kepada masyarakat yang tergabung dalam 7 kelompok binaan dinas Perikanan di distrik Supnin dan 8 kelompok di Salawati Utara itu, sesuai dengan ukuran sehingga hasilnya juga tidak merusak biota laut, khususnya di kawasan Konservasi laut.

Selain itu kata Rio, dinas perikanan tidak hanya membantu alat tangkap kepada masyarakat, melainkan pihaknya juga telah membangun sarana prasarana berupa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Rauki dan Jefman.

“Tentunya setelah memberikan alat tangkap kepada masyarakat, kami juga harus membangun sarana prasarana berupa Tempat Pelelangan Ikan, dan itu sudah kami bangun di dua lokasi itu, Rauki dan Jefman,” terangnya.

Dikatakannya, Tempat Pelelangan Ikan yang dibangun dinas Perikanan kabupaten Raja Ampat di dua lokasi itu, sangat dibutuhkan oleh masyarakat nelayan, supaya hasil tangkapan mereka juga dapat dijual di TPI guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Setelah diterpa pandemi Covid-19, kata Rio Bartholomeus, pihaknya terkendala dengan pengadaan peralatan seperti Kulstor dan mesin pabrik Es.

“Masyarakat sudah menanyakannya, sebenarnya kami sudah usul, hanya saja karena Covid-19 sehingga semua anggaran terkena revokusing, dan kedepannya kami akan lakukan pengadaan jika semuanya sudah berjalan normal,” terang Rio.

Ia pun berharap kedepan ketika tidak ada revokusing anggaran, maka pengadaan Kulstor dan pabrik Es akan dilakuan, supaya operasional TPI dapat berjalan baik.

Berita lain untuk anda