Reptil dilindungi yang hendak diselundupkan ke Sorong. (Foto:Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Ratusan reptil berbagai jenis yang dilindungi gagal diselundupkan di Pelabuhan Sorong, Jumat (26/2/2021). Ratusan reptil tersebut berasal dari Tual, Maluku, yang rencananya diselundupkan ke Sorong.

Kapolsek Kesatuan Pengamanan dan Pengawasan Pelabuhan (KP3) Sorong, Iptu Mastur menjelaskan, ratusan reptil berbagai jenis itu terdiri dari ular sanca hijau, biawak Maluku, biawak Aru itu diamankan petugas karena tidak dilengkapi dokumen karantina.

“Tadi pagi kapal Tidar dari Fakfak sandar di pelabuhan Sorong sekitar pukul 10:30 WIT. Sebelum dari Fakfak kapal itu dari tual Maluku. Saat itu ada satu TKBM atas nama Klemen membawa empat tas jinjing sekaligus. Karena tas tersebut terlihat mencurigakan, petugas langsung melakukan pemeriksaan, ” ujar Iptu Mastur di ruang kerjanya, Jumat (26/2/2021).

Disaat dilakukan pemeriksaan oleh anggota, kata Mastur, di dalam tas itu terdapat kantong-kantong lain. Saat dibuka isi kantong tersebut, ternyata berisi ratusan reptil yang masih hidup.

“Awalnya kita tidak tahu isinya apa, setelah diraba ternyata Reptil karena bergerak- gerak. Oleh karena itu, kita tanya kepada Klemen, ini barang siapa?mereka bilang barang penumpang dan orangnya diatas. Sehingga pada saat itu juga anggota naik keatas kapal mencari pemiliknya namun ternyata pemilik itu tidak ditemukanditemukan, “jelas Mastur.

Mastur menduga, kaburnya sang pemilik terjadi pada saat mengikuti buruh TKBM dari belakang. Sehingga ketika ada petugas yang melakukan pemeriksaan, pemilik reptil tersebut langsung menghindar.

“Awalnya kita tidak tahu apakah itu satwa yang dilindungi atau bukan, sehingga kita tanyakan kelengkapan surat karantinangnya. Karena tidak ada kita bawa ke Polsek, ” Imbuhnya.

Setelah berkoordinasi dengan pihak BBKSDA Papua Barat dan karantina pertanian Sorong terungkap bahwa reptil tersebut dilindungi. Masing-masing ular sanca hijau sebanyak 40 ekor, biawak Maluku sebanyak 9 ekor, biawak Aru sebanyak 91 ekor dalam keadaan hidup dan dua dalam keadaan mati.

“Sedangkan satwa yang tidak dilindungi ada jenis ular patola atau ular sanca permata sebanyak dua ekor, kadal Panama 1 ekor, total seluruhnya ada 142 ekor dalam keadaan hidup dan tiga dalam keadaan mati. Selanjutnya setelah diidentifikasi lalu kita serahkan ke BBKSDA untuk penanganan lebih lanjut, “pungkasnya.

Kapal dari pelabuhan Fakfak itu sebelum dari Fakfak mereka memang dari tual Maluku,
Tapi pelabuhan sebelum Sorong itu dari Fakfak

Berita lain untuk anda