Masyarakat dari berbagai suku saat berkumpul bersama kandidat di Kampung Idut, Distrik Manimeri, Senin (15/11/2020). (Foto: Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Masyarakat dari berbagai suku yang ada di tanah Sisar Matiti, menyatukan hati dan pilihan untuk mencoblos Piet-Matret dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Teluk Bintuni, 9 Desember 2020 mendatang.

Kebersamaan untuk menuju satu pilihan ini, terlihat dari semaraknya masyarakat multi suku yang ada di Kampung Idut, Distrik Manimeri. Mereka menyambut dengan berbagai prosesi dan tarian adat masing-masing suku, saat Petrus Kasihiw dan Matret Kokop melakukan kampanye bersama di Posko Besar, Senin (16/11/2020).

Anak anak suku Biak Numfor menyambut dengan tarian adat, saat Piet-Matret hadir untuk meresmikan Posko Pemenangan PMK2 Jilid 2 Biak Numfor di Kampung Idut, Senin (16/11/2020). (Foto:Tantowi/TN)

Sebelum masuk area Posko Besar yang berdiri dibawah komando Simon Dowansiba, tokoh adat Suku Sough Dataran Beimes, kandidat nomor urut 2 ini disambut tarian tradisional masyarakat Biak Numfor. Usai meresmikan posko pemenangan PMK2 Jilid2, Piet berjalan menuju area posko induk.

Di ujung jalan, rombongan masyarakat Suku Soough dengan berbagai pakaian adatnya, sudah bersiap menyambut kedatangan Piet Matret. Setelah mendapatkan mahkota adat, Piet-Matret diarak menuju posko besar, di iringi tarian adat Sough.

Mama mama Suku Sough dari dataran Beimes, menyambut kedatangan Piet-Matret di Kampung Idut, Distrik Manimeri, Senin (16/11/2020). (Foto:Tantowi/TN)

Penyambutan secara adat belum selesai. Setiba di area posko, masyarakat Minahasa dengan pakaian adat merah-merah lengkap dengan atribut dan senjata, menghentikan langkah Piet-Matret. Ini adalah tata cara adat masyarakat Minahasa sebagai bentuk penghormatan terhadap kandidat.

Tarian adat Minahasa menyambut kedatangan Piet-Matret di Posko Besar PMK2 di Kampung Idut, Distrk Manimeri, Senin (16/11/2020) sore. (Foto:Tantowi/TN)

Ribuan masyarakat dari berbagai suku, terlihat bersuka ria bersatu padu dalam momentum kampanye bersama ini. Sebuah panggung besar di dirikan untuk tempat orasi para kandidat. Para pendukung Piet Matret mengikuti kegiatan itu hingga malam, dan kegiatan berakhir.

Berita lain untuk anda