Koordinator Tim Surveilans COVID-19 Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jeny Isir. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kasus positif COVID-19 di kota Sorong beberapa hari ini mengalami penurunan. Bukan karena penyebaran virus berkurang tetapi pemerintah setempat kehabisan alat Virus Transport Media (VTM), atau media penyimpanan virus guna melakukan pemeriksaan COVID-19.

Koordinator Tim Surveilans COVID-19 Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jeny Isir mengatakan bahwa alat VTM yang biasa digunakan untuk tes COVID-19 kota Sorong habis, sehingga pemeriksaan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dikurangi.

“Bahkan dalam pekan ini aktivitas pemeriksaan usap COVID-19 oleh tim dihentikan sementara, sambil menunggu alat VTM itu sudah ada, “ujarnya dalam kegiatan koordinasi komunikasi resiko pengendalian COVID-19 bersama wartawan Sorong, Sabtu (14/11/2020).

Jeny mengungkapkan, tidak tersedianya alat VTM tersebut membuat angka kasus di kota Sorong dua pekan terakhir mengalami penurunan, namun bukan karena COVID-19 sudah berakhir.

“Dalam pekan ini aktivitas pemeriksaan tidak dilakukan menunggu alat VTM dari Provinsi Papua Barat. Apabila pekan depan alat VTM sudah ada pemeriksaan COVID-19 dilanjutkan kembali,” katanya

Jenynmengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sebab wabah Covid-19 masih ada, dan telah terjadi transmisi lokal di kota Sorong.

Disamping itu, Jeny menyebutkan, sebanyak 8.000 alat VTM yang digunakan oleh tim medis untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi, sehingga terdeteksi total 2.195 orang positif namun sebanyak 1.851 telah sembuh.

“Untuk pelayanan pemeriksaan usap COVID-19 di sejumlah Rumah Sakit seperti Rumah Sakit Pertamina, Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Darat serta klinik swasta tetap berjalan seperti biasa, “pungkas Jeny.

Berita lain untuk anda