Warga nampak memadati pasar remu untuk memborong bahan pokok makanan. (Foto:Ist/TN)

Sorong,TN – Warga kota Sorong mendadak membanjiri sejumlah pasar dan supermarket pasca beredarnya informasi Hoax di kalangan masyarakat, bahwa pasar akan ditutup selama beberapa hari dikarenakan antisipasi virus Corona, Rabu (09/04).

Selain beredar isu pasar dan toko bakal ditutup, beredarnya video Walikota Sorong memberikan intruksi akan menutup total aktivitas selama tiga hari juga menjadi pemicu kepanikkan warga.

Hal itu sontak membuat masyarakat langsung membanjiri pasar sejak pukul 06.00 WIT. Pasar yang biasanya terlihat normal, semenjak merebaknya isu wabah corona itu mendadak sesak.

Seperti yang terlihat di jembatan puri, klademak, kota Sorong. Warga nampak berdesak-desakan untuk memborong kebutuhan bahan makanan untuk dijadikan stok selama beberapa hari.

warga memadati lokasi jembatan puri untuk membeli kebutuhan makanan. (Foto:Ist/TN)

Salah satu warga, Nur, mengatakan ia membeli ikan dengan jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan stok dirumah untuk beberapa hari kedepan. Ia mengaku panik setelah beredarnya video Walikota Sorong, Drs. Ec. Lamberth Jitmau menginstruksikan bahwa mulai tanggal 10-12 April 2020 seluruh masyarakat harus berada di rumah dan tidak diperbolehkan beraktivitas di luar.

“Saya beli banyak untuk kebutuhan beberapa hari, di video Walikota kan katanya tidak boleh beraktivitas di luar selama 3 hari. Saya takut toko juga tutup. Kalau saya tidak beli banyak nanti tidak ada kebutuhan makanan selama dirumah, itu yang saya khawatirkan,”ujar Nur .

Kepanikan warga kota Sorong, juga terpantau di laman Facebook. Sejumlah akun yang membagikan video tersebut dibanjiri berbagai komentar dan emoticon kepanikkan.

Ini kalrifikasi Satgas Covid-19 Kota Sorong

Video intruksi Walikota Sorong yang beredar dan viral di media sosial ternyata tidak lengkap. Ada pesan Walikota Sorong agar intruksinya jangan dimuat (publiasi-red) dulu karena akan dibicarakan bersama para Muspida dan Stoke holder terlebih dahulu.

Entah siapa yang pertama kali menyebarkan video terebut yang pasti telah menyebabkan kepanikan dikalangan masyarakat. Aparat berwajib harusnya sigap melihat situasi seperti ini, karena masyarakat yang panik dan resah akhirnya berbondong-bondong menyerbu tempat perbelanjaan tanpa menghiraukan warning “Jaga Jarak” lagi.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 kota Sorong, Rudy laku menyampaikan bahwa kebijakan tersebut ditunda dan akan diputuskan usai Walikota Sorong melakukan rapat bersama Muspida.

“Saya klarifikasi rencana kegiatan serentak berhenti total selama 3 hari yang sudah sempat beredar, setelah saya mengkonfirmasikan ini kepada bapak Walikota dan meminta petunjuk beliau, informasi yang sudah tersebar itu akan dipertimbangkan sesudah rapat dengan Muspida. Jadi kebijakan itu dipending, bapak ibu tidak perlu resah menanggapi informasi tersebut,”terang Rudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda