BeritaDaerah

Susana Kaisepo Ancam Lapor Balik Mesak Urbasa Atas Dugaan Pasal 411 KUHP

×

Susana Kaisepo Ancam Lapor Balik Mesak Urbasa Atas Dugaan Pasal 411 KUHP

Sebarkan artikel ini
Surat Panggilan kepada saudara Susana Kaisepo

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI – Terlapor atas dugaan pasal 378 KUHP, Susana Kaisepo didampingi Kuasa Hukum, Arfan Poretoka, SH siap lapor balik Mesak Urbasa atas tuduhan tindak pidana pasal 411 KUHP.

Semula, Susana Kaisepo dilaporkan ke polisi oleh Mesak Urbasa atas tuduhan penipuan sebagaimana pasal 378 KUHP pada tanggal 8 Mey 2024 ke SPKT Polres Raja Ampat.

Atas laporan tersebut, diterbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP. Lidik/81/V/Res. 1. 11/2024/Reskrim Tanggal 20 Mei 2024, dimana Susana Kaisepo diminta menghadap pada hari selasa tanggal 28 Mei 2024 di Ruang Reskrim Polres Raja Ampat Unit II.

“Laporan polisi ini terkait dengan penipuan sebesar Rp230 Juta. Dimana pada saat itu Mesak dan sdr Susana Kaisepo ini masih resmi sebagai suami-istri yang mana mereka telah menikah secara adat. Jadi terkait uang itu mereka sudah pakai bersama. Termasuk untuk bangun Homestay namun karena Covid’19 pada waktu itu Homestay tidak jalan”, ungkap Susana Kaisepo, Senin 27 Mey 2024.

Susana Kaisepo mengatakan atas laporan Mesak Urbasa yang merupakan mantan suami yang hidup bersama selama sembilan tahun. Namun akibat perselingkuhan yang dilakukan Mesak Urbasa, rumah tangga keduanya harus berakhir secara adat istiadat.

Kuasa Hukum Susana Kaisepo, Arfan Paretoka menyayangkan laporan polisi yang dilakukan mantan suami dari kliennya itu, Menurut Arfan, bagaimana bisa, uang suami istri dari hasil kredit yang dipakai bersama untuk membangun sebuah usaha bisa dituntut kembali.

“Dalam Laporan Polisi di Polres itu disangkakan penipuan. Kalau penipuan, penipuan yang bagaimana? Sudah sembilan tahun hidup sama-sama dia sendiri (Mesak Urbasa) yang bikin hancur karena dia selingkuh,” kata Arfan.

“Sekarang dia mau minta kembali uang-uang yang digunakan semasa hidup sama-sama dalam ikatan perkawinan secara adat istiadat dan waktu itu dia didenda secara adat,” sambungnya.

Arfan menjelaskan uang tersebut merupakan hasil kredit dari kliennya bersama mantan suaminya yang di kredit guna menjalankan usaha homestay.

“Jadi kita berdua sama-sama kredit, dia kredit, saya juga kredit, dia kredit 250 juta, saya malah 300 juta, mari kita buka-bukaan, karena kita berdua punya inisiatif untuk bangun homestay,” ucap Arfan Paretoka.

Berjalannya waktu, kata Arfan uang hasil kredit habis, dan usaha juga tidak bisa berjalan karena waktu itu covid-19 dan semua kegiatan lock down. Pada saat lock down klien saya ke Jayapura karena orang tua sakit, meski berada di Jayapura karena orang tua sakit, klien saya tetap transfer uang Mesak Urbasa untuk belanja kebutuhan homestay.

“Dan kalo mau di audit, saya bisa print rekening koran uang itu saya transfer ke rekening Mesak Urbasa, selama sembilan tahun pengeluaran uang pun ko tau,” katanya

Arfan melanjutkan, ia dan kliennya Susana Kaisepo siap lapor balik Mesak Urbasa yang selama sembilan tahun hidup dan makan bersama. Ia menyebut sewaktu hidup bersama Mesak Urbasa menjanjikan akan menikahi Susana Kaisepo. Namun janji nikah hanyalah sebatas janji.

“Jadi saya rencana mau lapor baik dengan tuduhan persetubuhan, selama sembilan tahun hidup bersama, makan bersama menggunakan uang bersama, tidur bersama, dan dijanjikan nikah tapi tidak di nikahi. Jadi besok setelah pemeriksaan, kita langsung lapor balik,” ucapnya.

Mereka suami-istri yang sah secara adat, sudah sembilan tahun hidup bersama, dia sendiri yang bikin hancur karena dia selingkuh lalu kemudian dia menuntut semua uang selama ini dikembalikan. Saudara Susana dengan Mesak pisah karena perselingkuhan, dan akhirnya dia didenda secara adat.

Sebagai Kuasa Hukum Susana Kaisepo, Arfan Paretoka menyayangkan laporan yang dilayangkan mantan suami terhadap istrinya sendiri, Masa keuangan dalam rumah tangga diurus sampai ke tindak pidana kan tidak mungkin. Oleh sebab itu, kami akan lapor balik atas tuduhan yang dibuat oleh saudara Mesak Urbasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *