BeritaPemerintahanPendidikan

Mau Penerimaan CPNS, Pemprov PBD Diminta Tempatkan Kouta Guru PNS Ke Sekolah Yayasan

×

Mau Penerimaan CPNS, Pemprov PBD Diminta Tempatkan Kouta Guru PNS Ke Sekolah Yayasan

Sebarkan artikel ini
Yayasan Annur Yapis Kota Sorong minta agar pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bisa menempatkan guru PNS di sekolah yang ada dibawah naungan Yayasan Annur Yapis Kota Sorong.
Yayasan Annur Yapis Kota Sorong minta agar pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bisa menempatkan guru PNS di sekolah yang ada dibawah naungan Yayasan Annur Yapis Kota Sorong.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Rencana Pemerintah pusat membuka penerimaan Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) atau yang lebih tenar didengar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Papua Barat Daya sedang menjadi tranding.

Rencana penerimaan CPNS ini tentu saja disambut baik oleh berbagai pihak terutama oleh Yayasan yang bergerak di dunia pendidikan. Namun Yayasan Pendidikan meminta agar pemerintah turut pula bersikap bijaksana.

Ketua Yayasan Annur Yapis Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Ahasanul Haq sampaikan yayasan – yayasan pendidikan yang berbasis agama telah ikut membantu pemerintah mencetak sumber daya manusia di Tanah Papua, terkhusus di Kota Sorong.

Ketua Yayasan Annur Yapis Kota Sorong, Ahasanul Haq

“Sejak Papua berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu kan belum ada lembaga pendidikan negeri di Tanah Papua. Yang telah ada justru Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), Yayasan Pendidikan Kristen Katolik (YPPK) dan Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Nahdatul Ulama dan sekolah Muhammadiyah, ” kata ketua Yayasan.

Untuk itulah, ketua yayasan sampaikan dengan hadirnya Provinsi Papua Barat Daya sebagai provinsi ke 38 di Indonesia, tentu Yayasan Pendidikan meminta pemerintah provinsi Papua Barat Daya bersikap bijaksana dalam penempatan kouta CASN atau CPNS.

“Kami hanya bicara soal kouta penempatan guru CPNS. Kami berharap, CPNS yang diterima bisa ditempatkan untuk membantu di kami punya sekolah ini, ” ujar ketua yayasan.

Kenapa demikian , ketua yayasan tuturkan, sebab belajar dari pengalaman rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK untuk kouta guru. Yang mana saat diterima, guru P3K semua ditempatkan di sekolah negeri.

“Padahal ada beberapa yang lolos sebagai guru P3K itu dulu mengajar di kami punya Yayasan. Namun begitu dia tembus, nota dinasnya, malah ditugaskan di sekolah negeri. Kami tentu rugi, karena harus mencari lagi guru yang baru, padahal kami berharap mereka diterima sebagai guru P3K untuk membantu kami, ” ucap Ahsan menerangkan.

Menurut ketua yayasan, fenomena yang dirasakan oleh Yayasan Pendidikan Islam tentu dialami pula oleh Yayasan pendidikan swasta yang ada di Sorong Raya. Sebab dari informasi yang dirinya dapat, semua yayasan Pendidikan secara umum di Indonesia mengeluhkan soal penempatan guru P3K dan PNS.

“Kami yayasan ini, kan membantu tugas pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa dan program wajib belajar. Kami jalan selama ini, jarang sekali dapat bantuan dari pemerintah, setidaknya pemerintah bantu kami lah dengan menempatkan guru – guru yang dibiayai oleh negara di sekolah – sekolah yang kami dirikan, ” tutur ketua yayasan berharap.

Ditambahkannya, Yayasan Annur Yapis Kota Sorong telah mendirikan 4 sekolah yakni Raudhatul Athfal (RA), SD Yapis Annur, MI Yapis Annur, dan MTs Yapis Annur.

“Tenaga pengajar kami hampir semua dibiayai oleh Yayasan. Kami juga ingin agar tenaga pengajar di dalam Yayasan Annur bisa sejahtera. Maka kami berharap CPNS saat diterima bisa ditempatkan di sekolah yang kami yayasan kelola, ” tutupnya.