BeritaPeristiwa

Kemenlu Diminta Pantau Dampak Gempa Bumi Taiwan, Persiapkan Evakuasi WNI

×

Kemenlu Diminta Pantau Dampak Gempa Bumi Taiwan, Persiapkan Evakuasi WNI

Sebarkan artikel ini
Kondisi gedung pasca gempa 7,5 SR di Taiewan. Foto : Istimewa.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Jepang mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir di prefektur selatan Okinawa usai gempa bumi berkekuatan 7,5 skala richter (SR) yang mengguncang Taiwan yang memicu peringatan tsunami di Jepang.

1728
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo segera merespon pernyataan pemerintah Jepang dan meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI untuk memberikan atensi terhadap bencana yang terjadi di Taiwan dan potensi tsunami di wilayah pesisir di prefektur selatan Okinawa, Jepang, dengan secara aktif berkomunikasi dengan perwakilan RI di kedua negara tersebut guna memantau kondisi kebencanaan baik di Taiwan maupun di Jepang.

Kemenlu RI, pinta MPR RI, untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di kedua negara tersebut guna memastikan kondisi WNI disana dalam keadaan baik dan aman, dan apakah ada WNI yang menjadi korban terdampak gempa serta kesiapan KDEI Taipei ataupun KBRI di Jepang dalam mempersiapkan evakuasi WNI.

Perwakilan RI di Taiwan dan Jepang, agar terus mengupdate informasi terkait kondisi pasca bencana gempa di Taiwan dan kondisi pasca peringatan tsunami di Okinawa Jepang. Disamping terus mendata jumlah WNI yang mungkin terdampak juga berkoordinasi dan mengkoordinir sumbangan yang akan disampaikan kepada WNI yang terdampak, Sehingga pemerintah perwakilan RI dapat mengupayakan penyaluran bantuan yang dibutuhkan.

Kemenlu melalui perwakilan di negara setempat diminta untuk terus memantau situasi dan kondisi terkini di kedua negara tersebut, disamping terus memberikan arahan kepada WNI agar tetap waspada atas gempa susulan maupun potensi tsunami serta selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat.

Gempa Terdahsyat

Seperti diketahui, gempa bumi terbesar di Taiwan dalam 25 tahun terakhir menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai ratusan lainnya. Gempa yang cukup dahsyat ini mengguncang gedung-gedung di seluruh pulau. Jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah begitu pula korban yang terluka mencapai ratusan bahkan ribuan. Sejauh ini belum diketahui ada tidaknya korban dampak gempa dari WNI.

Menurut keterangan yang dihimpun  dari berbagai media lokal dan luar negeri, pusat gempa berada 18 km (11 mil) selatan kota Hualien, namun getaran kuat terasa hingga ibu kota Taipei, yang berjarak lebih dari 100 km. Tempat wisata yang tersohor di pegunungan inipun porak poranda akibat terjadi longsor.

Guncangan hebat juga dirasakan hingga di seluruh Taiwan dan pulau-pulau sekitarnya akibat gempa berkekuatan 7,5 SR, menyebabkan bangunan-bangunan miring di dekat pusat gempa, dekat kota pesisir timur Hualien, di bagian pegunungan pulau itu.

Situasi saat gempa sangat mengerikan, terlebih ketika terjadi 100 gempa susulan hingga mengakibatkan gedung-gedung terguncang dan sebagian runtuh. Tak heran jika pemandangan di kota ini sangat memilukan, gedung-gedung pencakar langit itu dalam posisi miring. Namu  rupanya, warga di Taiwan sudah siap menghadapi segala kemungkinan yang terburuk sekalipun bila terjadi bencana alam.

Tim penyelamat masih berusaha menjangkau puluhan orang yang terjebak tanah longsor dan puing-puing yang berjatuhan, termasuk 70 pekerja yang terjebak di dua tambang batu. Setidaknya 50 orang dilaporkan hilang. Selain itu dikabarkan 127 orang terjebak di terowongan yang runtuh dan di jalan pegunungan di sepanjang garis pantai yang terjal. Upaya penyelamatan sedang dilakukan di Taiwan setelah gempa berkekuatan 7,5 skala Richter melanda pantai timur pulau itu, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lebih dari 900 orang. *TN.