BeritaPolitik

Bernard Sagrim Minta Restu dari Raja Salawati – Waigeo untuk Maju Calon Gubernur PBD

×

Bernard Sagrim Minta Restu dari Raja Salawati – Waigeo untuk Maju Calon Gubernur PBD

Sebarkan artikel ini
Raja Salawati - Waigeo sekaligus Ketua LMA Klanafat , Abah Hery Arfan sedang menunjukkan silsilah keturunan Raja Arfan kepada Wasekjen DPP Partai Golkar, Bernard Sagrim di Rumah Raja, Minggu (14/4/2024)
Raja Salawati - Waigeo sekaligus Ketua LMA Klanafat , Abah Hery Arfan sedang menunjukkan silsilah keturunan Raja Arfan kepada Wasekjen DPP Partai Golkar, Bernard Sagrim di Rumah Raja, Minggu (14/4/2024)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah. Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Bernard Sagrim bersilaturahmi ke Rumah Raja Salawati di Pulau Doom, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (14/4/2024).

Kedatangan Bernard Sagrim langsung diterima oleh Raja Salawati yang merangkap sebagai Raja Waigeo dan sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Klanafat, Abah Hery Arfan.

Dalam lawatan silaturahmi itu, Abah Hery Arfan banyak bercerita tentang silsilah keturunan Raja Salawati. Hal itu dibuktikan dengan adanya catatan literasi yang ditulis peneliti asal Belanda. Bahkan parang pusaka peninggalan dari Raja Arfan bertuliskan tinta emas diperlihatkan kepada Bernard Sagrim.

Wasekjen DPP Partai Golkar, Bernard Sagrim bersilaturahmi dengan Raja Salawati merangkap Raja Waigeo sekaligus Ketua LMA Klanafat, Abah Hery Arfan di Rumah Raja yang ada di Pulau Doom, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (14/4/2024)

Menurut penuturan Raja Abah Hery Arfan, orang Maybrat dengan orang Raja Ampat itu keluarga. Raja Arfan yang meminta langsung kepada Raja Rumbati di Jazirah Bomberai.

Usai lawatan, Bernard Sagrim sampaikan kunjungan ke Raja Arfan ini, sebagai bentuk silaturahmi dalam suasana lebaran. Dari kunjungan ini, dirinya banyak mendapatkan pencerahan soal silsilah Raja Arfan.

Bahkan Bernard Sagrim mengusulkan agar leluhur Raja Arfan yang berjasa dalam perjuangan perlu diusulkan untuk diberi gelar Pahlawan Nasional dari Tanah Papua oleh Presiden Republik Indonesia.

“Selain itu, saya kan ada rencana mau berkunjung ke wilayah Raja Ampat untuk bertemu dengan masyarakat menjaring aspirasi. Namun sebelum ke sana, kita harus datang permisi atau minta restu kepada orang tua – tua adat terlebih dulu, ” ucap Ketua Tim Kampanye Daerah Provinsi Papua Barat Daya untuk Calon Presiden RI, H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sebagai Orang Asli Papua, Bernard Sagrim katakan tentu tahu setiap wilayah ada tuannya, maka sudah sepantasnya kita meminta restu atau permisi dulu sebelum masuk bertemu dengan warga di setiap wilayah adat.

“Saya juga ada niat untuk maju dalam Pilkada menjadi Calon Gubernur Papua Barat Daya, maka tentu nasehat dan doa restu dari tua – tua adat sangat diperlukan. Maksud hati saya tadi, sudah saya sampaikan kepada Raja Arfan. Dan bersyukur Raja Arfan merestui niat saya tersebut, bahkan Raja Arfan akan mengirimkan ponakannya untuk mendampingi saya ketika berkunjung atau bertemu dan bersosialisasi bersama warga di Salawati, Batanta, Waigeo, dan Misool,” tutur Bernard Sagrim.

Di tempat yang sama, Raja Arfan sangat menyambut baik silaturahmi dari mantan Bupati Maybrat 2 periode ini. Menurutnya silaturahmi dan sinergi antara adat, pemerintah dan agama harus terus dipererat sehingga tercipta suasana harmonis.

“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan dari pak Sagrim. Dan saya sangat mendukung dan merestui niat pak Sagrim untuk maju sebagai calon Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, ” kata Raja Abah Hery Arfan.

Dia bahkan akan mengirim ponakan untuk mendampingi Bernard Sagrim saat berkunjung dan bersosialisasi bersama warga di Raja Ampat baik di Salawati, Batanta, Waigeo maupun Misool.

“Kalau nanti saya tidak bisa dampingi, saya akan suruh ponakan saya buat dampingi pak Sagrim ketika berkunjung dan bertemu dengan masyarakat adat di wilayah adat Raja Ampat,” tutur Raja Salawati.

Ditambahkan Raja Arfan bahwa sinergitas antara adat, agama dan pemerintah menjadi titik kunci pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya. Maka ketiga unsur ini, harus bisa bersinergi atau jalan bersama.