BeritaPeristiwa

Tersesat Dijalanan Bunderan HI, Seorang Nenek Diamankan di Pos Jaga Security Dewan Pers

×

Tersesat Dijalanan Bunderan HI, Seorang Nenek Diamankan di Pos Jaga Security Dewan Pers

Sebarkan artikel ini
Nenek Acih yang tersesat dijalanan bunderan HI sedang dimankan di depan pos security Dewan Pers.(Dimz)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Seorang nenek berusia sekitar 88 tahun yang diketahui bernama nenek Acih menggunakan pakaian hitam didapati sedang dipapah oleh seorang driver Gojek dari perempatan Thamrin – Sabang menuju Pos Security Dewan Pers. Kamis, (28/03/20240).

Driver Gojek yang diketahui bernama Rahmat menjelaskan kepada wartawan teropongnews bahwa ketika dia sedang mengendarai motornya lewat bunderan HI menjumpai seorang nenek tua mengenakan pakaian hitam dan jilbab hitam berjalan sendirian ditengah jalan bunderah HI yang sibuk dengan lalu lalang kendaran kecil dan besar.

Identitas Nenek Acih terpasang dilengannya

Rahmat juga menjelaskan bahwa dirinya merasa mengenal nenek tersebut dan tinggal satu RW daerah Manggarai tidak jauh dari rumahnya.

“Kebetulan saya melewati Bunderan HI pukul 09.15 pas didepan saya terlihat kok ada nenek-nenek tua kebingungan ditengah jalan sendirian, dan karena kebetulan saya mengenalnya jadi saya berhenti dan membimbing nenek Acih ke pinggir di trotoar jalanan seputar HI tersebut ” ujar Rahmat.

Rahmat yang bermaksud membawa pulang nenek dengan dibonceng sepeda motornya mengalami kesulitan karena nenek Acih menolak dan memberontak dikarenakan sudah pikun dan tidak mengenali orang lain.

“Rencana mau saya antar ke rumah kebetulan satu RW dengan saya di daerah Manggarai, tapi memberontak dan tidak bersedia, mungkin takut dan tidak mengenalinya, maka dari itu dari bunderan HI saya bimbing jalan dibantu oleh petugas Dishub sampailah di depan Gedung Dewan Pers ini” kata Rahmat.

“Saya sudah menelpon anaknya untuk menjemput ke lokasi, dan anaknya nenek Acih sedang menuju kemari” pungkas Rahmat

Rahmat mengatakan nenek Acih punya 4 anak semuanya perempuan dan sudah menikah ikut suaminya masing-masing, nenek Acih hanya kesehariannya ditemani cucunya laki-laki masih duduk di bangku SMP.

“Kesehariannya bersama cucunya kadang bersama anaknya gantian” kata Rahmat.