Ekonomi

Ratusan Mama Pedagang Asli Papua Datangi Kantor MPR Papua Selatan

×

Ratusan Mama Pedagang Asli Papua Datangi Kantor MPR Papua Selatan

Sebarkan artikel ini
Mama pedagang asli Papua Merauke dalam perjalanan menuju Kantor MRP Papua Selatan. Foto-Getty/TN
Mama pedagang asli Papua Merauke dalam perjalanan menuju Kantor MRP Papua Selatan. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Ratusan mama pedagang asli Papua Kabupaten Merauke mendatangi kantor Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, Senin (18/3/2024).

Pihaknya melakukan aksi jalan kaki mulai dari Pasar Baru menuju Kantor MRP Jalan Raya Mandala untuk meminta Anggota MRP memperjuangkan beberapa poin terkait dengan pasar mama Papua. Pertama mendesak pemerintah untuk menjadikan pasar belakang SMP Negeri 2 Merauke sebagai pasar utama mama Papua.

Kedua, Pasar Mama Papua di Bolrep dijadikan unit dua sebagai tempat penjualan kerajinan dan juga balai pelatihan untuk pengembangan ekonomi mama asli Papua.

Ketiga, MRPS wajib masukan agenda pembangunan pasar Mama Asli Papua yang layak dan sesuai dengan lokasi di belakang SMP Negeri 2 selanjutnya dibahas anggarannya bersama Pj Gubernur Papua Selatan dalam Musrembang daerah.

Keempat, memastikan dan mengawasi program ekonomi yang tepat sasaran yang disesuaikan dengan persebaran pasar OAP dengan data yang valid.

Lima, MRP segera mendesak Badan Pengawas Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Selatan untuk memastikan pasar mama asli Papua menjadi agenda tugas wajib pemerintah sebagai bagian dari implementasi peraturan Presiden nomor 121 tahun 2022.

Keenam MRP bersama DPR dan Pj Gubernur segera mengeluarkan produk hukum terkait pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan orang asli Papua untuk memproteksi dan kebijakan afirmatif bagi OAP di Papua Selatan. Ketujuh, MRP berkoordinasi dengan Pemkab Merauke membuka kajian tentang Pasar Blorep.

“Kami Ikatan Pedagang Mama Asli Papua berpendapat bahwa Pasar Blorep tidak strategis karena jauh dari pemukiman sehingga dikhawatirkan tidak ada pembeli yang datang berbelanja di sana”,

“Selain itu tidak ada akses transportasi yang memungkinkan tidak ada pengunjung sehingga akan mempersulit mama-mama yang akan berdagang disertai daerah sepi sering terjadi kasus kriminal di daerah Blorep semakin membuat rasa takut bagi kami untuk berdagang di sana,” ujar Koordinator Ikatan Pedagang Mama Asli Papua, Milka Balagaize di hadapan Anggota MRPS.

Aksi damai itu disambut Ketua MRPS Damianus Katayu, dan berjanji akan meneruskan aspirasi pedagang mama asli Papua ke pemerintah provinsi maupun kabupaten.