Janji Ganjar Jadi Presiden, Prioritaskan Lapangan Kerja dan Harga Bahan Pokok Murah

Ganjar Pranowo saat hadir dalam 'Hajatan Rakyat Sulawesi Utara' di Lapangan Koni Sario, Jl. Pemuda, Sario Utara, Kec. Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (1/2/2024)(Foto: ist).

TEROPONGNEWS, MAMADO – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan berfokus dan memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan dan membuat harga bahan pokok menjadi murah serta stabil. Hal itu disampaikan Ganjar dalam ‘Hajatan Rakyat Sulawesi Utara’ di Lapangan Koni Sario, Jl. Pemuda, Sario Utara, Kec. Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (1/2/2024).

“Saya kira lapangan kerja menjadi isu utama, maka kemudian sdm mesti kita siapkan dan itulah yang menjadi PR besar Ganjar-Mahfud,” tegas Ganjar.

Ganjar menjelaskan bahwa menciptakan lapangan pekerjaan memerlukan persiapan yang matang, mulai dari sektor pendidikan, investasi, hingga memastikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

“Itu sesuatu yang tidak gampang tapi kita mesti menyiapkan dari pendidikannya, investasinya, dan kemudahan mereka termasuk dalam berusaha,” ujar Ganjar.

Selain fokus pada lapangan kerja, Ganjar juga menyoroti pentingnya stabilisasi harga bahan pokok. Menurutnya, fluktuasi harga yang cukup tinggi selama ini perlu diatasi untuk mewujudkan kestabilan ekonomi.

Tak hanya itu, Ganjar menegaskan intervensi pemerintah dalam menurunkan harga menjadi sangat penting.

“Semua stabilisasi harga menjadi begitu penting, karena selama ini fluktuasi cukup fluktuatif. Dan tentu saja harga beras yang tidak turun-turun memang harus segera diintervensi, karena sudah lama sekali ini,” pungkasnya.

Program 17 Juta Lapangan Pekerjaan dan Penurunan Bahan Pokok

Ganjar-Mahfud sendiri berkomitmen menyediakan 17 juta lapangan kerja baru selama periode 2024-2029. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana demografi akibat tingginya jumlah angkatan kerja yang diproyeksikan mencapai 150-160 juta pada 2030.

Untuk menurunkan bahan pokok, Ganjar-Mahfud akan mengembalikan fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog) agar tak diliberalisasi. Pengembalian fungsi Bulog itu supaya mampu menjaga stabilitas harga dari tingkat produsen hingga pasar.

Ganjar memaparkan tiga strategi untuk menurunkan harga bahan pokok. Strategi tersebut telah sukses diterapkan Ganjar saat menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

Pertama pendataan, lahan petani dan petaninya. Maka, dengan sistem pendataan yang baik atau satu data pertanian Indonesia, maka akan mempermudah dalam pengelolaan ketahanan sampai kedaulatan pangan.

Strategi kedua adalah pentingnya peta komoditas Indonesia, karena keberagaman komoditas sangat dibutuhkan supaya tidak tertuju dalam satu jenis pangan yang diproduksi.

Strategi ketiga adalah pemerintah harus menyediakan bantuan sarana produksi (saprodi) dan sarana produksi pertanian (saprotan) kepada petani, termasuk modernisasi dalam kegiatan pertanian.