Proyek Strategis Nasional, Tangguh Berpotensi Pasok Sepertiga Produksi LNG Nasional 

Presiden Joko Widodo bersama Anja-Isabel Dotzenrath dan putra daerah yang terlibat dalam proyek Tangguh Train 3 (Dok BP)

TEROPONGNEWS.COM, TELUK BINTUNI – Proyek Tangguh LNG  di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, kini beroperasi dengan 3 kilang likuifikasi gas. Hal ini tercapai sejak rampungnya proyek Tangguh Train 3 yang merupakan proyek strategis nasional tahun lalu. 

Menurut keterangan tertulis BP, Kamis (1/2/2024), pada 18 Oktober 2023, Train 3 berhasil mengirimkan kargo LNG pertama ke PLN, menandai tonggak sejarah bagi Tangguh. Proyek ini kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 november 2023.

Tangguh LNG merupakan salah satu bagian penting dari infrastruktur energi Indonesia selama 14 tahun  terakhir. Kini dengan rampungnya proyek Tangguh Train 3, maka Tangguh berpotensi memasok lebih dari  sepertiga produksi LNG nasional ketika telah beroperasi penuh. 

Kegiatan produksi Tangguh LNG digawangi oleh lebih dari seribu pekerja dimana 99 persen merupakan pekerja  nasional dan sekitar 70 persen dari pekerja nasional berasal dari tanah Papua. Dalam perjalanan proyek Tangguh  Train 3, lebih dari 3.500 pekerja asal tanah Papua telah mendukung pembangunan proyek sejak tahun 2017.  

Lebih dari 3,400 ton produk pertanian dan hasil laut diserap melalui katering Tangguh senilai lebih dari Rp92  miliar sampai 2020. Tidak hanya itu, sejak 2006 sampai 2020 paling tidak 30 perusahaan asal Papua telah  terlibat dalam mata rantai Tangguh dengan nilai kontrak lebih dari Rp4 trilliun. 

Dalam hal kontribusi  nasional, kini dalam peningkatan kapasitas produksi tahunan menjadi 11,4 juta ton LNG, Tangguh akan  memberikan kontribusi yang signifikan untuk mencapai target produksi gas 12 standar kaki kubik per hari  (BSCFD) Indonesia pada tahun 2030.