Umat Beragama di Papua Selatan Hidup Rukun

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC menyampaikan rasa bangganya karena menyaksikan kerukunan hidup antar umat beragama di Provinsi Papua Selatan.

Ungkapan ini disampaikan pada kotbah Perayaan Natal Bersama ASN, TNI, Polri dan Masyarakat Provinsi Papua Selatan, Jumat (5/1/2024) di Gor Head Sai Merauke, dihadiri Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dan pimpinan OPD, TNI, Polri serta tamu undangan.

Uskup mengapresiasi kerukunan antar umat beragama, sebab dalam Natal bersama banyak dihadiri oleh umat agama lain dan dalam hidup bersama tidak ada gejolak yang menonjol terkait perbedaan agama. Natal bersama juga secara bergantian ada penyampaian doa syukur, untuk doa pembukaan oleh dari Pendeta Yohanes Numboray dan diikuti beberapa Pendeta lainnya.

“Saya bangga karena dalam natal bersama ini dihadiri banyak orang muslim dan agama lain. Ini baru kebersamaan dan saling menghargai antar umat Allah,” ucap Uskup Mandagi.

Perbedaan keyakinan tidak membatasi umat Allah tetap saling mengasihi, hidup damai dan menjauhi pertengkaran sebab tidak ada agama yang mengajarkan perkelahian. Iman memancarkan cahaya untuk membuat kita hidup dalam terang. Iman adalah kasih karunia, mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan, tinggalkanlah perbuatan-perbuatan jahat.

“Hiduplah dalam kebijaksanaan, Iman dan pikiran yang baik pembimbing kehidupan untuk beribadah, rajin berdoa dan bersyukur. Juga ada pengharapan bahwa kelak akan masuk surga. Namun dalam semua itu harus ada kerja keras karena hidup perlu berdoa dan bekerja serta melakukan kebaikan,” ucap uskup.

Disampaikan, Natal ada berita yang menggembirakan bagi seluruh umat tanpa terkecuali. Terutama bagi orang-orang kecil, miskin dan papa, orang sakit dan tersakiti dikunjungi Tuhan dengan kehadiran Putra Nya yang kudus. Dan kabar Natal disampaikan kepada orang kecil barulah tersebar ke seluruh dunia.

Berbicara soal orang kecil dan pinggiran, uskup singgung soal kebersihan, banyak anak tidak sekolah, orang sakit dan kesehatan yang tidak terurus. Ia menyayangkan, ada banyak dana digelontorkan pemerintah pusat untuk pembangunan SDM dan kesehatan khusus di wilayah Papua namun belum juga maksimal mengatasi masalah kemiskinan, kesehatan, dan rendahnya SDM.

Namun, Ia berharap dengan pemekaran Provinsi Papua Selatan sebagai peristiwa kehadiran Tuhan pembawa terang yang menerangi kegelapan. “Ini tanda terang bersinar bagi orang-orang Papua Selatan. Untuk itu para pemimpin, TNI, Polri dan semua yang punya kewenangan harus menjadi terang di Papua Selatan,” tandasnya.

Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyatakan misi gereja adalah mewartakan dan menghadirkan kerajaan Allah dalam kehidupan. Semua umat manusia punya kewajiban untuk melakukan dua misi tersebut.

Kerajaan Allah dimaksudkan adalah kehidupan yang sejahtera, damai dan aman di tengah masyarakat. Tiga tugas yang dilakukan adalah menguduskan, menggembalakan dan mewartakan. Caranya melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercaya dengan baik dengan penuh kasih.

“Semua umat Kristiani punya tugas untuk mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah. Mari kita ikut mengambil bagian untuk mengerjakan pewartaan Kerajaan Allah di manapun kita berada,” tutup Apolo.