Seruan Uskup Mandagi Dalam Natal Oikumene Kabupaten Merauke

Penyalaan lilin ibadah Natal Oikumene Pemkab Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Perayaan Natal Oikumene ASN, TNI, Polri dan masyarakat Kabupaten Merauke, Ukup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyerukan bahwa Iman menunjukan ada terang dalam kegelapan dan cahaya itu adalah Iman.

Ungkapan tersebut dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus pembawa terang keselamatan bagi dunia yang penuh dengan kegelapan dosa. Bagi orang beriman yang percaya kepada-Nya, akan menerima terang untuk menghalau kegelapan.

Pada homili yang sama, Uskup Mandagi menyampaikan bahwa kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan 25 Desember adalah kabar sukacita bagi seluruh umat manusia. Ia menceritakan situasi para gembala kala itu yang tidak dianggap oleh orang Yahudi, tetapi Allah mengasihi dan mencintai mereka dan melalui malaikat Allah datang menyampaikan “jangan takut hari ini telah lahir penyelamat bagimu.”

“Mereka yang terbuang kemudian terangkat lagi dicintai oleh Allah,” seru Uskup Merauke di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu (03/01/2024) dengan tema Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi, dan sub tema Dengan Semangat Natal Kita Pererat Persatuan dan Kesatuan Serta Membawa Damai Bagi Semua Orang.

Sang Gembala Keuskupan Agung Merauke melanjutkan bahwa saat ini ada banyak keluarga bermasalah, suami berselingkuh, begitu pula dengan istri. Terjadi perkelahian dalam rumah tangga, begitu banyak anak-anak yang tertekan karena orangtuanya. Sebaliknya, orang tua mengalami kegelisahan melihat anak-anak yang malas, mabuk, terlibat pergaulan bebas, miras, narkoba dan tidak dengar nasihat dan didikan yang baik, sehingga kegelapan meliputi keluarga.

“Kegelapan juga masih meliputi kabupaten kita, jalan masih rusak, penggalian pasir liar mengakibatkan kerusakan alam, banyak rakyat masih miskin sementara pejabat begitu kaya raya. Pejabatnya juga gelisah, sudah kerja baik-baik difitnah, dianggap orang tidak berarti. Selalu dipersalahkan sehingga mereka takut dan gelisah juga. Para politisi gelisah apakah akan terpilih atau tidak. Jangan sampai banyak caleg akan jadi orang gila,” pekiknya sambil tersenyum.

“Hari ini diwartakan kepada kita yakni jangan takut, jangan gelisah, telah lahir bagimu penyelamatan (bagi orang yang percaya). Tapi syaratnya kita harus punya iman dan percaya bahwa Tuhan datang sebagai penyelamat. Iman di tengah kegelapan akan muncul cahaya. Iman menunjukan ada terang dalam kegelapan dan cahaya itu adalah iman,” demikian ungkapan penguatan yang disampaikan sang gembala gereja Katolik.

Namun, dengan tegas kembali dikatakan Iman harus dibuktikan, bukan cuma berkata-kata. Sebab, sebagai pemimpin ia mengaku malu menyaksikan orang Katolik mabuk, koruptor, kekerasan di mana-mana, sementara Yesus mengajarkan tentang kasih. “Kasih karunia Yesus mendidik kita meninggalkan kekerasan dan nafsu duniawi dan senantiasa punya harapan kelak bisa masuk surga. Jangan takut, mari untuk hidup dalam damai,” ucap Uskup Mandagi.

Dalam Natal Oikumene ini juga hadir Pendeta Victor Helira. Ia memanjatkan doa syukur untuk persembahan syukur yang dipersembahkan umat Allah pada ibadah Natal Oikumene dilanjutkan dengan penyampaian ujud secara Kristen Protestan.

Usai ibadah, Bupati Merauke Romanus Mbaraka menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Merauke yang konsisten menjaga Merauke tetap aman dan damai.

Menurutnya dan banyak pihak lainnya mengakui betapa luar biasanya Merauke tetap dalam zona kondusifitas. Damai Natal dan Sukacita Tahun Baru 2024 dinilai cukup baik karena tidak banyak ditemukan orang mabuk di jalanan atau yang melakukan kejahatan.

“Orang Merauke hebat, karena dalam hati dan pikiran punya komitmen tetap hidup damai, hidup rukun yang kita sebut izakod kai izakod bekai/satu hati satu tujuan. Tidak terpengaruh dengan hal apapun di Papua lain dan luar pulau Papua. Terimakasih untuk semua ini, lebih dari itu karena kita punya iman.”

Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun ini, kembali Romanus ingatkan agar seluruh proses dan tahapan berjalan aman dan tertib. Sekaligus Romanus minta semua orang tinggalkan segala yang buruk yang tidak berkenan di tahun 2023 dan memperbaharui diri untuk menjadi lebih baik di 2024.

“Pesan saya, masih ada pekerjaan besar yang harus kita kerjakan, khususnya perhatian terhadap orang asli Papua, tolong bantu dan ajak mereka baik-baik,” pinta Romanus mewakili putra asli Papua Selatan.