PJ Wali Kota Ambon Lantik Ali Hatala Jadi KPN Batu Merah

PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat melantik Ali Hatala, sebagai KPN/Raja definitif Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, di ULA Pemkot Ambon, Senin (11/12/2023). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melantik Ali Hatala, sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN)/Raja definitif Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dengan SK Nomor: 1821 Tahun 2023, tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Pemerintah Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau Masa Jabatan 2023-2029.

Pelantikan yang disaksikan oleh Saniri Negeri Passo, Saniri Negeri Ema, dan warga Batu Merah ini, dilaksanakan di Unit Layanan Administrasi (ULA) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Senin (11/12/2023).

PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam arahannya mengungkapkan, pelantikan yang dilakukan tersebut, murni pilihan warga Negeri Batu Merah sendiri, dan tidak ada intervensi dari Pemkot Ambon, dalam hal memilih siapa yang layak menjadi raja difinitif. Hal ini dikarenakan pemilihan KPN adat tidak dapat diganggu-gugat oleh pihak lain.

“Pemkot Ambon menghargai proses adat, dan kami tidak mengintervensi. Saya mau bilang satu hal, jika Pemkot Ambon tidak pernah mau campur urusan adat, dan kita mengambil keputusan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas dia.

Hal ini diharapkan dapat berlaku pada lima negeri lainnya, yang sampai dengan saat ini belum memiliki raja definitif, yakni Negeri Passo, Hative Besar, Tawiri, Amahusu dan Silale. Juga bagi Soya yang sementara melakukan penentuan keturunan yang pantas menduduki posisi raja.

“Saya berharap, ini menjadi titik start kita untuk menyelesaikan pada beberapa negeri adat. Teristimewa kelima negeri yang belum memiliki raja definitif harus bersepakat, guna menghadirkan pemimpin pemerintahan di wilayah mereka masing-masing,” ujar Wattimena.

Menurut Wattimena, dengan pelantikan ini, KPN Batu Merah dapat menjaga kondusifitas meski masih banyak pihak yang belum bisa menerima, namun situasi yang aman tentu dapat berimplikasi pada ketegangan antar warga.

“Saya mau berpesan, untuk menjaga kondusifitas di Negeri Batu Merah, dengan adanya pelantikan raja, maka pelayanan terhadap masyarakat harus merata kepada seluruh warga, pelaksanaan pemerintahan antar raja dan badan saniri harus berjalan dengan baik, karena tugas kedua pihak ini adalah menyelenggarakan pemerintahan dan pembinaan publik,” pinta Wattimena.

Dia berharap, melalui peran selaku Raja, Saniri, dan warga memiliki dampak yang baik bagi pembangunan Kota Ambon kedepannya.

“Apapun peran yang kita buat di kota ini, yakin bahwa kita sudah berbuat sesuatu untuk kota. Saya titip supaya kita semua menuju Ambon yang manise (maju, aman, nyaman, indah, dan sehat),” tandas Wattimena.