PMKRI Teluk Bintuni Soroti Jembatan Jalan Trans Moskona – Bintuni Yang Rusak Berat

Jembatan KM 19 Jalan Trans Moskona - Bintuni yang rusak berat, Foto IST/TN

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Warga Distrik Tuhiba Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat keluhkan jembatan KM 19 yang rusak akibat termakan usia.

Informasi rusaknya jembatan tersebut diketahui dari WA Grup INFO TELUK BINTUNI oleh Ketua PMKRI Cabang Kabupaten Teluk Bintuni Oskar ibori, Senin (11/12/2023). Dalam sebuah foto itu memperlihatkan sebuah jembatan penyebrangan yang tampak rusak akibat termakan usia.

Menurut Ketua PMKRI Teluk Bintuni, Jembatan Jalan Trans Moskona terdapat sekitar 3 (tiga) jembatan yang rusak akibat termakan usia. Selain termakan usia jembatan tersebut sering dilalui truk dengan muatan beban berat yang melebihi kapasitas sehingga mengakibatkan jembatan rusak. Meski begitu kata dia, tidak ada perhatian dari Pemerintah setempat.

“Terkait dengan jalan trans moskona yang ada di beberapa jembatan yang disusun papan di jembatan besi belanda, kini sudah rusak berat akibat mobil lalu lalang dengan papan-papan tersebut sudah rapuh sampai terlihat jembatan belanda itu sudah kelihatan besi, tidak ada perhatian pemerintah untuk merehab atau membangun jembatan tersebut,” ungkap Oscar Ibori.

Lebih lanjut kata Oscar, Jembatan yang disebut mengalami kerusakan berada di KM 19 wilayah Distrik Tuhiba dan 3 jembatan berada antara KM 31 – 42 juga mengalami kerusakan yang sama seperti KM 19. Selain jembatan juga gorong-gorong disepanjang jalan KM 31 – Distrik Tembuni mengalami kerusakan.

Untuk itu, Ketua PMKRI Kabupaten Teluk Bintuni mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni agar segera meninjau lokasi tersebut sehingga bisa mengambil langkah perbaikan guna membuka akses transportasi masyarakat yang berada di wilayah Distrik Moskona dan sekitarnya.

“Kami mohon ada perhatian dari pemerintah kabupaten teluk Bintuni dalam hal ini dinas PU untuk meninjau lokasi jalan-jalan dan jembatan yang rusak ini untuk dapat di perbaiki, guna memperlancar akses transportasi masyarakat yang ada di wilayah moskona dan terlebih khusus distrik-distrik yang mengalami kerusakan akses tersebut,” tutup Oskar Ibori.

Sesaat setelah foto tersebut diunggah kedalam WA Grup, seorang yang belum diketahui namanya memberikan komentar. Menurutnya Jalan ataupun Jembatan yang rusak selalu membingungkan, dimana kata dia, Pemerintah harus menunggu apakah pekerjaan tersebut ditanggung Pemerintah Pusat atau Daerah.

“Pemerintah ini kadang bikin bingung kalau jalan atau jembatan rusak, Harus menunggu, itu masuk pekerjaan apa, pusat, provisi atau kabupaten.
Sehingga terbengkalai dan tambah rusak,” katanya dalam mengomentari foto tersebut.

Sementara itu, salah satu warga yang diketahui bernama Harun Airbaru dalam komentarnya meminta perhatian Pemerintah Daerah melalui Kapala Badan Jalan dan Jembatan untuk perhatikan kerusakan jembatan yang terjadi di distrik Tuhiba sebelum masuk Tahun baru 2024.

“Saya minta Kepala Bidan Badan Jalan dan Jembatan Tolong Perhatikan Jembatan 19 Distrik Tuhiba, sebelum Memasuki Natal 2023 dan Tahun Baru 1 Januari 2024, Demikian dan terima kasih,” kata Harun membalas foto itu.