Peran Implementasi Merdeka Belajar dalam Literasi Budaya

Martha Loupatty Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan UNESA

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kurikulum Merdeka merupakan pembelajaran berbasis projek dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi secara global sesuai nilai-nilai moral Pancasila dengan enam ciri utama yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD) menyebutkan bahwa pendidikan berarti mengembangkan potensi atau bakat yang menjadi kodrat alam dan kodrat jaman masing-masing siswa (Wiryopranoto, dkk, 2017). Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara inilah yang menjadi landasan dari kurikulum merdeka yang saat ini dicanangkan oleh pemerintah.

Kurikulum merdeka dimaknai sebagai desain pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres dan bebas tekanan, untuk menunjukkan bakat alaminya. Merdeka belajar berfokus pada kebebasan dan pemikiran kreatif (R. Rahayu, dkk, 2021).

Esensi dari Merdeka Belajar adalah menggali potensi terbesar untuk para guru dan murid untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran; karenanya, pemerataan akses teknologi menjadi keniscayaan. (Alam dalam Dwi Efiyanto, 2021).

Pada Kurikulum Merdeka, minat serta bakat peserta didik diasah sejak dini yang berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan juga kompetensi peserta didik.

Dari Kurikulum Merdeka, peserta didik diharapakan dapat belajar dengan gembira dan mencintai minat dan bakat yang dimiliki. Di sini, peserta didik tidak lagi dituntut mencintai sesuatu yang tidak mereka cintai.

Mereka dapat mengembangkan karakter diri dan juga kompetensi yang dimiliki secara fokus tanpa intimidasi dari pihak mana pun. Merdeka belajar adalah cara peserta didik meningkatkan kualitas diri.

Tidak hanya belajar, kebebasan dalam berbudaya adalah hak setiap orang termasuk peserta didik. Budaya merupakan kultur yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun budaya tidak bisa turun temurun jika tak ada upaya untuk melestarikannya.

Di era 4.0 sekarang ini, setiap anaka bangsa dituntun untuk mengenal budaya masing-masing. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangan zaman, budaya semakin tergerus. Dari Kurikulum Merdeka, kita kembali mengajak untuk mengenal budaya demi mengembalikan rasa cinta terhadap kultur nenek moyang yang merupakan salahsatu kearifan lokal bangsa kita. Budaya adalah kebanggan diri, keluarga, bangsa, dan juga negara. Sebagai anak bangsa perlu bangga dengan budaya yang dimiliki.

Merdeka belajar dan merdeka berbudaya adalah keuntungan tersendiri bagi setiap anak bangsa saat ini. Kurikulum Merdeka yang dapat membantu meningkatkan karakter dan melestarikan budaya bangsa kita. Namun tidak hanya peserta didik, merdeka belajar dan merdeka berbudaya adalah keuntungan bagi semua pihak. 

Martha Loupatty
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan UNESA