Papua Barat Daya Optimis Capai Target Nasional Penurunan Stunting

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tenaga Ahli Program Stunting pada Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, khusus wilayah regional 5, A. Jawahir mengatakan bahwa pelaporan pelaksanaan aksi 8 konvergensi dari 6 Kabupaten/Kota yang ada di Papua Barat Daya telah mencapai angka 93%.

Hal itu disampaikan Jawahir usai melakukan monitoring dan evaluasi kabupaten/Kota atas pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting semester II tahun 2023 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Barat Daya di Aimas Hotel & Covention Centre, Kabupaten Sorong, Kamis (28/12/2023).

“Ada hal-hal yang dievaluasi, yang pertama terkait kemajuan kabupaten/kota dalam melaporkan hasil pelaksanaan hasil pelaksanaan 8 aksi konvergensi melalui web monitoring Ditjen Bina Bangda, karena itu menjadi salah satu instrumen informasi bagi seluruh Kementerian lembaga di pusat yang terkait dengan Penanganan stunting,”ujarnya.

Untuk hasilnya, Jawahir menyebutnya sangat baik, sebab dari 6 kabupaten/kota Papua Barat Daya cakupan pelaporannya secara sudah di angka 93 persen.

“Jadi kita masih punya waktu 3 hari sampai 31 Desember, bagaimana kabupaten/kota ini bisa menuntaskan sehingga pencapaiannya bisa menjadi 100%,”jelasnya.

Jawahir juga sangat mengapresiasi adanya dukungan nyata dari para petugas gizi yang tersebar di semua Puskesmas melalui program Jaminan Seribu HPK atau Jambu Sehat, di mana salah satu bentuk kegiatannya itu adalah mereka diberi dukungan peralatan untuk perbaikan laporan pemantauan status gizi yang tersebar di 6 kabupaten/kota.

“Karena semua intervensi program kegiatan yang dilakukan oleh sektor atau OPD di tiap kabupaten/kota itu ujungnya adalah kita bisa melihat, sejauh mana dampaknya terhadap survei gizi yang dilakukan oleh petugas gizi, melalui pelaporan, ini penting dan sudah sangat bagus,”teranganya.

Ia berharap, tahun ini berdasarkan survei secara nasional stunting di Provinsi Papua Barat Daya mengalami penurunan.

Jawahir menambahkan, dari pelaporan hasil 8 aksi konvergensi di 6 kabupaten/kota Papua Barat Daya, 3 di antaranya pelapora di Ditjen Bina Bangda Kemendagri sudah 100 persen, yakni Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong.

Sedangkan, 3 kabupaten/kota lainnya masih di angka 90%, di antaranya kabupaten Raja Ampa, Kota Sorong dan Kabupaten Tambraw.

“Tetapi tadi teman-teman sudah berkomitmen bahwa selambat-lambatnya 31 Desember ini, aksi 1 sampai 7 harus 100%. Karena kalau tidak bisa penuhi itu, mereka tidak bisa melaporkan lagi karena web monitoring Bangda itu akan diclose secara permanen,”pungkasnya.