Kemenko Perekonomian Temu Alumni Prakerja di Merauke

Temu Alumni Prakerja di Swissbel Merauke. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menggelar temu alumni Prakerja di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (6/12/2023). Kegiatan ini melibatkan 83 alumni Prakerja.

Sebelumnya, program Kartu Prakerja sendiri merupakan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan atau pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Layanan Prakerja diprogramkan di 2020, tepatnya ketika terjadi wabah Covid-19.

Tujuan dari temu alumni adalah untuk mengevaluasi kembali layanan Prakerja. Dengan adanya masukan, saran atau gagasan dari para alumni, Project Manajemen Office (PMO) atau Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Kemenko Perekonomian dapat melakukan perbaikan-perbaikan atau peningkatan layanan yang lebih baik lagi ke depannya. Demikian kata Ketua Tim Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Kemenko Perekonomian, Lidya Maria Kusnadi.

“Layanan Prakerja sudah dari 2020 ketika Covid 19, dan Prakerja sangat lekat dengan pelatihan peningkatan kompetensi yang berbasis online dan offline. Tujuan dari kegiatan ini selain untuk bertemu dengan para alumni dan stakeholder, kita bisa tukar pikiran, berbagi masukan dan saran,” ucap Kusnadi.

“Ide, saran dan masukan dari para alumni itu ditampung oleh PMO untuk ke depan dapat dilakukan perbaikan-perbaikan atau ditambahkan untuk perkembangan layanan Prakerja ke depannya,” sambungnya.

Kusnadi menambahkan, penerima layanan Prakerja di Kabupaten Merauke terbagi dalam dua fase, yakni semi bansos dan normal. Untuk fase semi bansos pada 2020 – 2022, jumlah penerima layanan di Merauke sebanyak 43.539 peserta. Sedangkan di fase normal di 2023, jumlah pendaftar layanan Prakerja di Merauke hanya 13 orang.

“Untuk yang skema normal gelombang 48 – 62, jumlah pendaftar di Merauke sebenarnya turun, sangat sedikit. Nah itu juga yang sebenarnya ingin kita cari tahu untuk selanjutnya diperbaiki kendala-kendalanya. Makanya juga kita hadirkan tim komunikasi, tim produk, teknologi, keuangan dan sebagainya untuk kita sama-sama mencari tahu kendala-kendala, dan memperbaikinya,” tutup Kusnadi.