Harus Dilakukan Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kerja di Tungku Smelter PT IMIP

TEROPONGNEWS.COM, MOROWALI – Sejumlah kalangan mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi menyeluruh atas terjadinya kecelakaan kerja di tungku smelter PT Indonesia Tsingsan Stainless Steel (ITSS) yang berada di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Peneliti Rasamala Hijau Indonesia (RHI), Catur Widi menegaskan bahwa seharusnya ada investigasi yang menyeluruh terkait insiden di PT ITSS IMIP yang melibatkan berbagai pihak, seperti Komnas HAM, Masyarakat sipil termasuk serikat buruh.

“Jaminan kepada korban dan keluarganya baik yang meninggal atau yang terluka dengan adil,” katanya saat dihubungi, Selasa (26/12/2023). 

Menurutnya, berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai media, terdapat 24 insiden kecelakaan kerja di IMIP sepanjang 2018-2023, yang menewaskan sebanyak 35 orang buruh dan 81 orang buruh mengalami luka ringan hingga mengalami cacat permanen.

“Buruh bekerja dengan kondisi kerja yang sangat buruk,” tegas Catur Widi..

Sementara pengurus Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), Iwan Kusmawan mengungkapkan, sebelumnua tepat pada tanggal 25 Desember 2022 , PT Gun Buster Nickel (PT GNI) Industri juga mengalami hal serupa. Artinya tidak ada langkah serius dan negara dalam membenahi hak keselamatan kerja buruh. “Kejadian kecelakaan kerja terus-menerus berulang karena negara dan pengusaha lalai memenuhi hak buruh,” jelas Iwan.

Oleh sebab itu Solidaritas Buruh IMIP Morowali yang terdiri dari  konfederasi KASBI, Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Jaringan Lingkar Belajar Buruh IMIP, Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Federasi Serikat Buruh Karya Utama  (FSBKU),  Rasamala Hijau Indonesia, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA),  Safety, Trimurti.ID, dan Lingkar Studi Advokat mendesak dan menuntut tanggung jawab negara dan PT IMIP  atas tragedi meledaknya smelter 41 di PT ITSS yang menewaskan 13 buruh dan 46 korban lainnya. 

Beberapa tuntutan Solidaritas Buruh IMIP Morowali di antaranya:

  1. Mendesak negara untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan kerja di PT ITSS di kawasan PT IMIP. Diduga kuat bahwa PT ITSS dengan sengaja mengondisikan buruh dalam kondisi kerja berbahaya.
  2. Menuntut PT ITSS untuk memberikan hak bagi buruh dan keluarganya yang menjadi korban kecelakaan.
  3. Mendesak negara untuk menginvestigasi semua perusahaan di IMIP dengan melibatkan serikat buruh.
  4. Tingkatkan standar keselamatan kerja yang menjamin hak dasar buruh termasuk infrastruktur keselamatan dan kebijakan operasional produksi.
  5. PT IMIP harus bertanggung jawab penuh terhadap kecelakaan kerja.
  6. Hentikan intimidasi terhadap buruh PT ITSS dan IMIP yang mendokumentasikan peristiwa kecelakaan kerja.
  7. Stop mengorbankan hak buruh untuk kepentingan investor
  8. Mendesak negara menjamin hak-hak buruh yang bekerja di PT IMIP.