Cegah Stunting, Pemprov PBD Beri Paket Nutrisi Tambahan Bagi Ibu Hamil di Kabupaten Sorong

Pemberian bantuan paket nutrisi tambahan kepada ibu hamil di Kabupaten Sorong. (Foto:Mega/TN).

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) memberikan bantuan paket nutrisi tambahan kepada ibu hamil, untuk mencegah stunting sejak masih dalam kandungan.

Selain itu, juga dilaksanakan pemberian bantuan bahan pokok kepada masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan untuk mencegah kemiskinan ekstrem, pemberian bantuan bahan kontak posyandu, pemberian laptop dan juga insentif bagi petugas gizi, bertempat di alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (20/12/2023).

Pemberian bantuan bahan pokok kepada masyarakat kabupaten Sorong yang hidup dalam garis kemiskinan. (Foto:Mega/TN) .

Pj. Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua Barat Daya bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Yakob Kareth mengatakan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program peroritas untuk mencapai target nasional dalam penurunan prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024.

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja bersama atau konvergensi semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Begitu pula dengan program prioritas nasional lainnya yaitu penanggulangan kemiskinan, dimana ditargetkan di tahun 2024 di Indonesia sudah tidak ada orang miskin lagi, “ujarnya.

Di samping itu, sambung Yakob, pemerintah provinsi Papua Barat Daya sendiri memiliki 5 program prioritas dalam upaya mewujudkan program prioritas nasional tersebut, yaitu jambu hidup atau jaminan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) , dan juga program PAITUA atau perlindungan hari tua.

“Program jambu hidup ini sendiri dilaksanakan melalui beberapa kegiatan antara lain bantuan dapur pemulihan gizi yang dikelola oleh tim penggerak PKK baik di tingkat provinsi maupun kabupaten / kota, bantuan paket 1000 HPK bagi ibu hamil, bantuan bahan kontak posyandu, pemberian laptop dan juga insentif bagi petugas gizi, “ujarnya.

Sementara itu, untuk program PAITUA di bulan ini telah disalurkan bantuan uang tunai kepada lansia di atas 65 tahun yg bukan pensiun PNS maupun TNI / Polri sebesar RP 250,000 per jiwa / bulan, dimana bantuan yg disalurkan di bulan Desember ini merupakan bantuan dari bulan Juli-Desember.

“Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan kiranya dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan juga kemiskinan ekstrim di provinsi Papua Barat Daya. kami juga mengajak pemerintah kabupaten / kota dan semua pihak untuk bersinergi dalam menyelesaikan upaya permasalahan-permasalahan tersebut, “harapnya.