BeritaDaerah

Tujuh Unsur Ini Gelar Deklarasi Pemilu Damai di Merauke

×

Tujuh Unsur Ini Gelar Deklarasi Pemilu Damai di Merauke

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Polres Merauke. Fito-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Deklarasi Damai Pemilu 2024 dilakukan tujuh unsur di Kabupaten Merauke di Lobi Mapolres Merauke, Kamis (23/11/2023).

Ketujuh unsur tersebut yaitu Forkopimda, Partai Politik, KPU, Bawaslu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan pimpinan TNI-Polri. Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan kesempatan pertama memaparkan pola pengamanan dalam mengantisipasi gangguan dalam setiap proses dan tahapan pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kali ini saya memaparkan pola pengamanan sekaligus menerima saran dan masukan dari forum ini untuk melengkapi yang sudah ada. Namun yang paling utama adalah kerjasama semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di 22 distrik di Kabupaten Merauke, 11 Polsek, 179 kampung,11 kelurahan, dengan jumlah penduduk 278.200 jiwa,” pinta Sandi Sultan.

Dikatakannya, baik penggalangan, edukasi, pembinaan serta berbagai tindakan sudah dilakukan, tetapi yang paling utama kerjasama untuk menjaga Kamtibmas dari semua elemen supaya Merauke tetap aman, damai dan kondusif setiap waktu.

Secara data, Pemilu 2024 nanti Merauke memiliki 162.942 Daftar Pemilih Tetap (DPT), 774 Tempat Pemungutan Suara (TPS), 18 Partai Politik (Parpol), dengan tiga kursi DPR RI, 35 kursi DPR Provinsi Papua Selatan dan 30 DPRD Kabupaten/Kota. Kuat Personil PAM sebanyak 423 atau 2/3 kekuatan, 60 anggota Brimob, dan Linmas sebanyak 1.542 personil.

“Harapan saya, Linmas jangan hanya di atas kertas tapi membantu pengamanan di tempat pelaksanaan Pemilu. Kita juga menyiapkan 2 SSK cadangan Korp Brimob Polri sebanyak 100 personil untuk antisipasi potensi kerawanan pada setiap tahapan mulai pendaftara, penetapan, kampanye, masa tenang, rekapitulasi penetapan pasangan calon (Paslon) dan Caleg terpilih. Ada banyak pola yang disiapkan untuk melakukan pengamanan,” ungkap Kapolres Merauke.

Ketua KPU Merauke, Rosina Kebubun mengatakan, pelaksanaan Pemilu tinggal tersisa 2 bulan lagi. Sebagian logistik Pemilu sudah masuk ke KPU setempat yaitu bilik, kotak suara, tinta dan kabel pis sudah masuk gudang KPU. Tersisa surat suara, dijadwalkan akan tiba di bulan Desember besok. Rosina menyebut ada 10 surat suara yang dikelola KPU Merauke plus 2 persen surat suara cadangan.

“Bacaleg yang akan berkompetisi sebanyak 484 Caleg untuk perebutkan 30 kursi dari 18 Parpol. Perlu diketahui bahwa Pemilu 2024 berbeda dengan Pemilu sebelumnya, karena semua disatukan. Kita harapkan pelaksanaan Pemilu dilaksanakan dengan aman dan damai,” ucap Rosina.

KPU menyiapkan 176 tenaga untuk Panitia Pemilihan Distrik (PPD), 1.140 Panitia Pemungutan Suara (PPS), 6.734 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 774 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia menambahkan, secara teknis penyelenggaraan Pileg dan Pilpres cukup rumit karena ada lima surat suara karena proses pemilihan di bilik membutuhkan waktu yang lama. Sementara, tingkat partisipasi politik Pemilu di awal sampai akhir ada kemungkinan partisipasi bisa naik atau menurun.

Selanjutnya, tantangan geografis berdampak pada pendistribusian logistik namun sebagai antisipasi, KPU telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran pendistribusian. Lalu membangun budaya menekan berita hoax sehingga tidak timbul keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat. Namun tidak kalah penting para penyelenggara bekerja profesional, netralitas, peserta Pemilu yang taat pada aturan Pemilu, masyarkat miliki pemahaman politik yang baik, serta alat-alat negara TNI, Polri dan ASN yang harus netral.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke Agustinus Mahuze mengatakan bahwa semua orang punya tanggungjawab moral dalam menciptakan Pemilu berjalan tertib dan sukses baik dari prosedur maupun administrasi. Untuk Bawaslu Merauke sudah sangat siap melakukan pengawasan dalam seluruh proses dan tahapan Pemilu nanti.

“Masyarakat juga kami ajak ikut melakukan pengawasan karena kami Bawaslu punya keterbatasan,” pungkas Agustinus.

Kegiatan diakhiri dengan Deklarasi Pemilu Damai dan penandatanganan oleh semua unsur yang hadir pada agenda tersebut.