Kemenkominfo Dorong Penggunaan Tanda Tangan Eletronik di Papua Barat Daya

sosialisasi pemanfaatan tanda tangan eletronik tersertifikasi yang digelar di Aston Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (29/11/2023).

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI menggelar sosialisasi pemanfaatan tanda tangan eletronik tersertifikasi bagi penyelenggara sektor Pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya.

Sosialisasi yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya itu digelar di Aston Hotel, Kota Sorong, Rabu (29/11/2023).

Ketua Tim Tata Kelola Sertifikasi Eletronik, Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika pada Kemenkominfo RI, Marta Simbolon menjelaskan bahwa tanda tangan elektronik dan tanda tangan basah memiliki kesamaan begitupun dengan kekuatan hukumnya.

“Saat ini kita sudah banyak menggunakan dokumen-dokumen elektronik, bentuknya tidak lagi fisik atau kertas. Keberadaan dokumen elektronik juga memiliki kekuatan hukum yang sah dan menjadi dokumen legal juga, “jelasnya.

Marta mengungkap, tanda tangan eletronik sudah banyak digunakan, sebab dasar hukumnya telah diatur dalam UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Untuk daerah timur penggunaannya masih sedikit, jadi kami datang untuk memperkenalkan agar para pegawai juga mau menggunakan tanda tangan elektronik ini. Karena di era sekarang pemerintah juga harus menyediakan layanan yang cepat, efektif, efisien untuk masyarakat melayani masyarakat. Jadi layanan publik diharapkan nanti bisa cepat, “ujarnya.

Karena bentuknya eletronik, sambung Marta, tanda tangan eletronik hanya digunakan untuk dokumen eletronik. Tanda tangan elektronik biasanya digunakan ketika pihak yang bersangkutan diperlukan tanda tangannya namun sedang berada di luar kota.

“Jadi misalnya pimpinan di luar kota sementara surat harus ditandatangani, nah salah satunya adalah surat itu bisa dikirim lewat email lewat atau media sosial. Jadi dengan adanya tanda tangan eletronik itu bisa lebih cepat dan lebih mudah,” ucapnya.

Marta menambahkan, teknologi yang digunakan dalam tanda tangan eletronik ini menggunakan infrastruktur kunci publik yang terjamin keamanannya dan sulit untuk diretas.