Berita

Heboh! Feldi Kippuw Ditemukan Tewas Gantung Diri

×

Heboh! Feldi Kippuw Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Aparat kepolisian dibantu warga, saat mengevakuasi jasad Feldi Kippuw, warga Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang ditemukan tewas gantung diri, Rabu (22/11/2023). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Feldi Kippuw, warga Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ditemukan tewas gantung diri, menggunakan seutas tali rafia berwarna hijau putih pada cabang pohon Marong.

1542
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Pemuda berusia 20 tahun ini ditemukan tewas, Rabu (22/11/23) sekitar pukul 07.00 WIT, di sekitar di RT 004/RW 002 Negeri Soya.

Menurut saksi, Irawati Ohello (32), awalnya ketika dirinya hendak keluar untuk buang air kecil sekitar pukul 02.30 WIT, saksi melihat korban sementara memotong tali jemuran miliknya, yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. Korban masuk ke dalam kamar miliknya.

Selang beberapa menit kemudian, saksi mendengar keluarga korban mencari korban sambil berteriak, namun tidak ditemukan.

Saksi mata yang lain, Henci Titahena (47) mengaku, dirinya terkejut ketika melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan seutas tali yang melilit pada lehernya, saat dirinya hendak pergi ke hutan untuk melakukan aktifitas, sekitar pukul 07.00 WIT.

“Saat saya melihat korban, saya langsung memanggil mertuanya yang berada tak jauh dari TKP, untuk melihat peristiwa tersebut, dan langsung memanggil warga setempat, untuk bersama-sama menurunkan korban,” ungkap Titahena.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, IPDA Janete S Luhukay mengaku, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menuju ke TKP. Dengan dibantu warga setempat, pihaknya kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah Leo Manusama untuk disemayamkan.

“Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya, karena terkait dengan hubungan asmara antara korban dengan kekasihnya. Dan dari hasil pemeriksaan unit identifikasi, tidak di temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun di temukan bintik pecahan pada kelopak mata, keluarnya air mani pada kemaluan korban, kuku tangan membiru, dan juga di temukan bekas jeratan pada leher korban berbentuk horizontal dengan dua bekas jeratan akibat tali rafia,” beber dia dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Teropongnews.com, di Ambon.

Dari hasil koordinasi antara Ketua RT dengan orang tua korban dalam hal ini Ibu korban. Keluarga korban telah mengikhlaskan kematian korban, dan menolak untuk dilakukan visum luar maupun otopsi terhadap jenazah korban.