Berita

Wattimena: DTKS Perlu Diverifikasi dan Validasi

×

Wattimena: DTKS Perlu Diverifikasi dan Validasi

Sebarkan artikel ini
Dinas Sosial Kota Ambon menggelar kegiatan Bimtek Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2023, yang digelar Jumat (22/9/2023), di Kamari Hotel. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2023.

Kegiatan yang digelar Jumat (22/9/2023), di Kamari Hotel, untuk verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebagai data tunggal seluruh program perlindungan sosial yang bersifat nasional.

PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Sekkot Ambon, Fahmi Salatalohy, dalam pembukaan kegiatan ini menegaskan, perlu dilakukan verifikasi dan validasi DTKS, sehingga tercapainya kualitas data terpadu Kota Ambon, yang lebih baik dan tepat guna.

2995
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

“DTKS telah dipakai secara nasional untuk melakukan intervensi program, baik itu program Keluarga Harapan (PKH), Sembako, Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kartu Indonesia Pintar (KIP), Subsidi Elpiji, dan lain sebagainya. Ini menunjukan bahwa fungsi DTKS sangat berperan penting,” jelasnya.

Terkait dengan Bimtek ini, menurut PJ Wali Kota, memiliki arti penting dan strategis dalam upaya perbaikan data, sehingga diharapkan dukungan penuh dari semua unsur perangkat daerah, khususnya operator di Kecamatan, Desa/Negeri dan kelurahan agar dapat mengelola data penerima bantuan secara baik.
“Dukungan terhadap pemkot untuk memberikan bantuan dan atau pemberdayaan, serta menjamin semua program perlindungan sosial dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran, dalam rangka pengentasan angka kemiskinan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta pengelola DTKS, dengan narasumber dari Bapeda – Litbang dan Pusdatin Kementerian Sosial RI.