Virus Nipah Telan Korban di India, Masyarakat Diminta Tak Panik dan Tetap Waspada

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama. (Foto : Tangkapan layar)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Usai virus Covid-19 memakan jutaan korban jiwa dari seluruh dunia, kini dunia kesehatan kembali dihebohkan dengan kemunculan virus Nipah yang telah menelan dua korban jiwa dalam beberapa waktu terakhir di India.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama meminta masyarakat untuk tidak resah dengan kemunculan informasi-informasi terkait virus Nipah. Tetapi harus tetap sigap dan hati-hati dalam menghadapi virus tersebut.

“Heboh virus Nipah mematikan dua orang di India kita jangan panik tetapi terus waspada,” kata Ngabila kepada TeropongNews, Selasa (19/8/2023).

Ngabila menjelaskan, virus Nipah adalah infeksi virus yang gejalanya seperti gejala pada umumnya, demam tinggi, nyeri otot dan juga sendi, serta mual, muntah, batuk dan pilek. Lalu, lanjutnya, gejala virus Nipah dapat membuat seseorang sesak nafas berat dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

“Gejala virus nipah ini akan membuat sesak napas yang berat dalam waktu 24 sampai 48 jam dari gejala yang pertama dan bisa menyebabkan koma karena virusnya menyebar sampai ke otak jadi penurunan kesadaran,” kata Ngabila.

Kemudian Praktisi Kesehatan Masyarakat ini juga menerengkan, penuladan virus ini melalui hewan seperti kalelawar dan babi yang berkontak langsung dengan manusia melalui cairan, seperti liur, darah ataupun urine. Lalu, tak sengaja bersetuhan langsung ataupun melalui makanan dan minuman.

“Tidak sengaja kepegang atau kemakan, masuk melalui mata, hidung ataupun mulut manusia,” terang Ngabila.

Oleh karena itu, Ngabila meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan mengguanakan sabun dan air mengalir. Tak hanya itu, ia mengingatkan agar saat memasak makanan hingga matang dengan suhu di atas 70 derajat celcius.

“Virus Nipah ini memiliki inkubasi dari virus masuk sampai dengan gejala pertama keluar itu bisa sekitar 4 sampai dengan 45 hari tetapi paling sering sekitar 2 minggu yaitu 14 hari,” tutur Ngabila.

“Ketika menemukan gejala tadi, demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi dan juga sesak nafas berat segera bawa kerumah sakit untuk ditatalaksana segera agar selamat dan tidak mematikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, virus Nipah pertama kali diidentifikasi di Malaysia dan Singapura pada tahun 1998. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan ada bukti kuat yang menyebutkan bahwa munculnya infeksi virus ini disebabkan oleh kelelawar.

About The Author

%d blogger menyukai ini: