Lingkungan

Kualitas Udara Buruk, Gerindra dan PKS Minta Pj Gubernur DKI Modifikasi Cuaca

×

Kualitas Udara Buruk, Gerindra dan PKS Minta Pj Gubernur DKI Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
Penyemprotan air dengan menggunakan pompa bertekanan tinggi (water mist generator) buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menekan polusi udara Jakarta di Gedung Blok H lantai 22, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2023). (Foto : Pierre Ombuh/TN)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Buruknya kualitas udara di Jakarta saat ini tengah gencar diatasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan air ke udara 1 Zoelkifli alias MTZ mengusulkan kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk melakukan modifikasi cuaca.

Hal ini agar Jakarta dapat diguyur hujan, sehingga partikel yang ada di udara bisa ikut bersama air dan tak menghiasi lagi langit-langit Ibu Kota.

“Tapi saya mengusulkan untuk bikin hujan buatan saja di Jakarta sehingga cakupan daerahnya lebih luas. Mudah-mudahan teknologi hujan buatannya sudah lebih canggih saat ini,” kata MTZ saat dikonfirmasi, Selasa (5/9/2023).

4402
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani menuturkan langkah Pemprov DKI Jakarta menyemprot air di jalan-jalan protokol Jakarta tak memiliki nilai yang signifikan dalam menekan polusi udara Ibu Kota yang buruk. Hasilnya sama saja, Jakarta hingga kini masih menjadi salah kota di dunia yang memiliki kualitas udara yang paling buruk.

“Kalau (penyemprotan air ke jalan-jalan protokol Jakarta) dibilang efektif (tekan polusi udara) sih mungkin tidak juga yah,” kata Rani, Senin (4/9/2023).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, sudah seharusnya Pemprov DKI melakukan modifikasi cuaca agar Jakarta hujan dan debu-debu yang ada di udara hilang.

“Rekayasa membuat hujan buatan, dengan cara tabur garam seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.